Alasan Virus Corona Lebih Mematikan bagi Pria Dibandingkan Wanita

- 21 Maret 2020, 19:50 WIB
Seorang pria berjalan di Rumah Sakit Wuhan Medical Treatment, Tiongkok .* /AFP via The Guardian/Noel Celis

Selain itu, dalam hitungan yang lebih rinci yakni 44.600 kasus di Tiongkok, China’s Center for Disease Control melaporkan bahwa tingkat kematian pria karena COVID-19 berada pada kisaran 65 persen dan sisanya jenis kelamin perempuan.

Untuk kasus anak usia di bawah 16 tahun, virus corona juga lebih mempengaruhi jenis kelamin laki-laki daripada perempuan.

Baca Juga: Nahas, Mahasiswa di Sukabumi Ditemukan Sudah Meninggal dengan Posisi Kepala Terjepit Bebatuan di Dasar Sungai 

Dalam sebuah laporan terbaru, dari 171 anak dan remaja yang dirawat karena COVID-19 di Rumah Sakit Anak Wuhan terdapat 61 persen berjenis kelamin laki-laki.

Sementara Korea Selatan, laki-laki menyumbang hampir 62 persen dari semua kasus, dan jika laki-laki yang terinfeksi, 89 persen lebih mungkin meninggal daripada perempuan.

Penyebab Laki-laki Lebih Rentan

Gambaran yang muncul rentannya laki-laki terhadap virus corona dapat dijelaskan oleh perbedaan gender dari akar sosial budaya.

Baca Juga: Jack Ma Kirim Bantuan Medis untuk Perangi Virus Corona Termasuk ke Indonesia, Dikirim dengan Waktu Singkat Meski Tidak Mudah 

Di seluruh dunia, laki-laki jauh lebih mungkin untuk merokok yang dapat merusak paru-paru dan menyebabkan rentan terhadap peradangan dan kerusakan, apalagi ketika sedang melawan penyakit infeksi.

Di Tiongkok sendiri, terdapat 54 persen pria adalah perokok (tahun 2010), dan hanya 3,4 persen wanita yang pernah.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Los Angeles Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X