Selasa, 2 Juni 2020

Singapura Catat Kasus Kematian Pertama Virus Corona, Korbannya Justru Adalah WNI dan Sempat Dirawat di Indonesia

- 21 Maret 2020, 14:36 WIB
Singapura Konfirmasi Tiga Kasus COVID-19.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kasus kematian pertama di Singapura akibat virus corona justru adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini diumumkan pada Sabtu 21 Maret 2020.

“Seorang WNI laki laki berusia 64 tahun yang terinfeksi COVID19 dan selama ini dirawat di Singapura telah meninggal dunia pada hari ini 21 Maret 2020,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui pesan singkat, Sabtu 21 Maret 2020.

Berdasarkan peraturan di Singapura terkait privasi, KBRI Singapura melalui Kementerian Kesehatan Singapura telah memberi kontak KBRI di Singapura kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Uji Klinis di Jepang dan Tiongkok, Terapi Avigan dan Klorokuin Tunjukkan Hasil Positif Obati Corona

Namun, hingga berita ini diturunkan keluarga WNI tersebut belum menghubungi pihak KBRI terkait rencana pemulasaraan jenazah.

“Kita hormati privasi yang bersangkutan,” Judha menambahkan sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Kementerian Kesehatan Singapura telah mencatat ada dua kasus kematian akibat virus corona pada 21 Maret pagi.

Baca Juga: Penyelenggaraan Rapid Test Virus Corona Didorong Libatkan TNI dan Polri

Pasien pertama adalah warga negara Singapura perempuan berusia 75 tahun. Ia dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) pada 23 Februari untuk pneumonia, dan dipastikan menderita infeksi COVID19 pada hari yang sama.

Dia dirawat di unit perawatan intensif (ICU) sejak masuk ke NCID. Perempuan itu mengalami komplikasi serius dan akhirnya menyerah pada infeksi setelah 26 hari di ICU pada 21 Maret pukul 7.52 pagi. Dia memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi.

Pasien kedua adalah warga negara Indonesia pria berusia 64 tahun. Dia dirawat dalam kondisi kritis ke ICU di NCID pada 13 Maret, setelah tiba di Singapura dari Indonesia pada hari yang sama, dan dipastikan memiliki infeksi COVID19 pada 14 Maret.

Baca Juga: Pemanfaatan Dana Desa Diperbolehkan demi Tekan Penyebaran Virus Corona

Ia dirawat di ICU sejak 13 Maret. Dia mengalami komplikasi serius dan akhirnya menyerah pada infeksi setelah sembilan hari di ICU pada 21 Maret pukul 10.15 pagi.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X