Tak Cuma Virus Corona, Tiongkok Kini Hadapi Angka Kasus Perceraian yang Meninggi karena Pasangan Terlalu Lama Bersama Selama Karantina

- 17 Maret 2020, 08:20 WIB
Ilustrasi perceraian.*
Ilustrasi perceraian.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Tingkat perceraian di Tiongkok meningkat secara signifikan lantaran banyak pasangan yang terlalu lama bersama saat masa karantina.

Manajer pendaftaran pernikahan di Dazhou, Tiongkok, Lu Shijun mengatakan, ada 300 pasangan yang menjadwalkan untuk bercerai sejak 24 Februari 2020 lalu.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Mail, Lu mengonfirmasi kasus perceraian yang melonjak lebih tinggi dibandingkan saat sebelum virus corona baru (COVID-19) menyerang.

Baca Juga: Kenakan Masker karena Takut Corona, Rapat BKAD Cijeungjing Ciamis Diwarnai Tawa

"Tingkat perceraian telah melonjak, dibandingkan sebelum wabah COVID-19 menyerang," ujar Lu saat konferensi pers pada Selasa, 16 Maret 2020 kemarin.

Lu menjelaskan, ada kemungkinan bahwa beberapa pasangan mendapatkan masalah karena hal kecil yang kemudian mereka berdebat dan memutuskan untuk bercerai dengan terburu-buru.

"Pasangan muda menghabiskan banyak waktu bersama-sama di rumah.

Baca Juga: Kasus Terinfeksi COVID-19 Nyaris Capai 200.000 Orang di Dunia, Serbia Tunda Pemilihan Umum hingga Mesir Laporkan Kematian Baru

"Mereka kemungkinan masuk ke perdebatan sengit karena sesuatu yang remeh, kemudian mereka terburu-buru memutuskan untuk bercerai," ungkap Lu.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Daily Mail


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X