Ahli Sebut Perokok Memiliki Risiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona

- 9 Maret 2020, 11:13 WIB
ILUSTRASI virus corona.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Virus corona baru (COVID-19), sudah menyebar ke 107 negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

Hingga saat ini, AS sudah memiliki 542 kasus yang positif terinfeksi COVID-19, dan tiga orang telah kehilangan nyawanya.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Star, Wali Kota New York City, Bill de Blasio membuat peringatan baru pada Minggu, 8 Maret 2020 kemarin.

Baca Juga: Khawatir Penyebaran Corona COVID-19, Arab Saudi Hentikan Sementara Perjalanan Sembilan Negara Ini

Dalam peringatan baru tersebut, orang yang merokok atau menggunakan vape dianggap lebih riskan terinfeksi COVID-19.

loading...

Bill mengatakan, seseorang di atas usia 50 yang memiliki penyakit jantung, paru-paru dan kanker memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus.

Para ahli juga membenarkan bahwa kebiasaan merokok atau menggunakan vape dapat melemahkan fungsi paru-paru.

Baca Juga: Diminta Gambarkan Sosok Krisdayanti, Azriel: Apapun yang Terjadi Harus Hormati Mimi

Kemudian jika seseorang terserang penyakit paru-paru, daya tahan tubuh mereka akan melemah dan rentan terhadap infeksi COVID-19.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: The Sun, Daily Star


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X