Rabu, 8 April 2020

Buntut Konflik Antaragama, Pemerintah Indonesia Didesak untuk Lontarkan Protes Kepada India

- 27 Februari 2020, 15:18 WIB
POLISI mengamankan demonstran saat unjuk rasa menentang Undang-Undang kewarganegraan di New Delhi, India, Jumat 27 Desember 2019.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Aksi kekerasan serta kebiadaban yang terjadi anatara umat islam dan umat hindu di India menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak.

Termasuk dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang mengutuk aksi kekerasan yang terjadi.

Aksi kekerasan yang terjadi antara umat islam dan hindu tersebut dipicu oleh protes menentang undang-undang kewarganegaraan (CAA) di New Delhi.

Baca Juga: Pemkab Majalengka akan Realisasikan Pembangunan Rumah Sakit Tipe C dengan Anggaran Rp 245 Miliar

Akibatnya puluhan orang tewas serta ratusan korban mengalami luka-luka dalam aksi bentrok yang berubah menjadi aksi kekerasan antaragama.

“Kami mengutuk aksi kekerasan dan kebiadaban atas nama agama yang terjadi di India. Dilaporkan, akibat aksi ini sejumlah umat Muslim melarikan diri dari rumah-rumah mereka. Beberapa masjid di ibu kota India juga hancur setelah diserang oleh kelompok Hindu. Kami meminta dengan keras pemerintah dan aparat keamanan India untuk segera meredam aksi kekerasan yang terjadi agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih parah,” tegas Gus Yaqut, dalam siaran persnya, Kamis 27 Februari 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga turut mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan protes kepada pemerintah India yang dianggap tak bisa memberikan perlindungan terhadap warga muslim India.

Baca Juga: Berhasil Kalahkan Real Madrid di Kandangnya, Pep Guardiola: Untuk Menang di Bernabeu adalah Kepuasan Besar Bagi Kami

Dengan alasan apa pun, ujarnya, tidak dibenarkan menggunakan cara-cara kekerasan dalam setiap masalah yang terjadi.

“Saya juga menyerukan kepada seluruh umat Muslim di Indonesia untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas dan kerukunan antarumat beragama yang sudah berjalan baik selama ini di Indonesia,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X