Senin, 6 April 2020

KBRI Riyadh Beri Penjelasan Terkait Sikap Arab Saudi yang Menangguhkan Layanan Umrah

- 27 Februari 2020, 14:28 WIB
ILUSTRASI ibadah Umroh.*/DOK. PR /null

PIKIRAN RAKYAT - Kerajaan Arab Saudi memilih untuk menangguhkan sementara layanan umrah sebagai langkah dalam menangkal masuk serta menyebarnya virus corona ke wilayah Arab Saudi.

Di antara langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh kerajaan Arab Saudi adalah menghentikan sementara warga negara asing untuk masuk ke wilayaha kerajaan Arab Saudi.

Pelarangan tersebut berkaitan dengan ditangguhkan sementara ibadah umrah dan ziarah Mesjid Nabawi, KBRI Riyadh memberikan penjelasan tersebut sebagaimana yang diberitakan Antara, Kamis 27 Februari 200.

Baca Juga: Tiba-tiba Berteriak, Seorang Pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki Melahirkan

Kemudian, menghentikan masuknya warga negara asing ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa kunjungan wisata, bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus corona (COVID-19), merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait Pemerintah Kerajaan.

"Menghentikan lalu lintas keluar masuk wilayah Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan fasilitas ID Card- kartu tanda penduduk nasionalnya bagi warga negara Arab Saudi dan warga negara dari negara-negara anggota Gulf Cooperation Council / GCC lainnya (Oman, Kuwait, Qatar, Bahrain, Persatuan Emirat Arab)," menurut KBRI Riyadh.

Untuk itu bagi warga negara Arab Saudi yang masih berada di negara-negara tersebut dan sebelumnya keluar menggunakan kartu penduduk nasional, serta warga negara dari negara-negara yang termasuk GCC lainnya yang saat ini berada di Arab Saudi serta bermaksud kembali ke negaranya masing-masing setelah sebelumnya masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya, agar otoritas terkait di entry point Arab Saudi dapat memastikan dari negara mana pengunjung/warga negara tersebut berasal sebelum tiba di Arab Saudi, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat bagi mereka yang datang dari negara anggota GCC lainnya.

Baca Juga: Hindari Terbunuhnya Miliaran Hewan, Dua Pengusaha Asal Meksiko Ganti Kulit Satwa dengan Kulit Kaktus

Langkah ini juga berdasarkan pada maklumat yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Kamis, 27 Februari 2020 sekitar pukul 02.40 waktu setempat.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x