Senin, 6 April 2020

Sudah Sembuh, Seorang Perempuan Kembali Dinyatakan Positif Virus Corona COVID-19

- 27 Februari 2020, 13:10 WIB
SEBUAH ambulans meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess, yang sebagian penumpangnya terpapar virus corona COVID-19, di pelabuhan Daikoku Yokohama, Jepang, Selasa, 18 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Seorang mantan penderita virus corona di Jepang, kembali dinyatakan positif menderita coronavirus COVID-19.

Mantan penderita itu merupakan seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu wisata, di prefektur Osaka, Jepang.

Usianya 40 tahun, dan ia kembali positif virus corona, setelah mengeluhkan gejala sakit tenggorokan dan nyeri dada.

Baca Juga: Konsumsi Obat-obatan Terlarang Sampai Tak Sadarkan Diri, Pria Asal Rusia Kehilangan Kakinya

Dia pertama kali dinyatakan positif corona pada akhir Januari,  kemudian dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan pulih pada 1 Februari 2020.

Demikian dinyatakan pemerintah daerah setempat, seperti diterbitkan Reuters, pada Rabu, 26 Februari 2020.

Perempuan tersebut menjadi pasien pertama dengan kasus infeksi berulang di Jepang di tengah kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi corona, yang hingga Kamis mencapai 186 kasus.

Baca Juga: Seorang Reporter Tanpa Sengaja Menyalakan Filter Wajah saat Siaran Langsung

Angka tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Jepang, terpisah dari 704 kasus yang terjadi di kapal pesiar Diamond Princess, yang sebelumnya dikarantina di pelabuhan Yokohama.

Meskipun laporan itu dikonfirmasi sebagai yang pertama di Jepang, kasus infeksi kedua kali pada orang yang sama telah dilaporkan muncul di Tiongkok, negara tempat wabah bermula.

Per Kamis, 27 Februari 2020 WIB ini, wabah tersebut telah menyebar luas dan cepat, dengan total 80.000 orang terinfeksi secara global dan 2.800 di antaranya menjadi korban jiwa. Sebagian besar kasus infeksi dan kematian terjadi di dalam Tiongkok.

Baca Juga: Reaksi Bruno Mars dan Cardi B saat BTS Nyanyikan Lagunya

"Sekali menginfeksi, virus bisa menetap dan berada dalam keadaan dorman sehingga menunjukkan gejala minimal. Setelahnya, manusia yang terinfeksi akan mengalami gejala yang memburuk jika virus itu menemukan jalan menuju paru-paru," ujar Profesor Mikrobiologi dan Patologi Sekolah Kedokteran Universitas New York, Philip Tierno Jr.

Menurut Tierno, masih banyak hal yang belum diketahui tentang virus corona. "Saya tidak yakin bahwa corona bukan jenis bi-phasic, seperti antraks," kata dia. Dengan demikian, menurutnya, penyakit akibat infeksi corona tampaknya hilang dulu sebelum muncul kembali.

Baca Juga: Masalah pada Fitur Autofocus, Samsung berjanji Akan Tingkatkan Kamera Galaxy S20

Wabah virus corona muncul di Jepang seiring dengan persiapan Olimpiade Tokyo 2020, yang akan digelar akhir Juli mendatang, dan pawai obor yang akan dimulai pada akhir Maret.

Pemerintah Jepang mendesak agar penyelenggaraan acara-acara besar dan kejuaraan olahraga dibatasi untuk dua pekan saja demi menahan penyebaran virus corona. Pada saat yang sama, Jepang juga menjanjikan bahwa ajang Olimpiade masih akan dilangsungkan di Tokyo. 

Ketika menjawab pertanyaan soal apakah Olimpiade masih tetap perlu diselenggarakan di Tokyo pada musim panas ini, Tierno mengatakan, "Olimpiade harus ditunda. Karena jika diteruskan...Ada banyak orang yang tidak paham bagaimana mudahnya virus ini menular dari satu orang ke orang lain."***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara, Reuters

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x