Senin, 6 April 2020

Hindari Terbunuhnya Miliaran Hewan, Dua Pengusaha Asal Meksiko Ganti Kulit Satwa dengan Kulit Kaktus

- 27 Februari 2020, 14:13 WIB
Ilustrasi kaktus.* /PIXABAY



PIKIRAN RAKYAT - Dibalik keindahan sebuah produk yang terbuat dari kulit satwa, ada jutaan kehidupan hewan dan lingkungan yang sangat terancam.

Produk kulit yang dibuat dengan menggunakan kulit satwa merupakan salah satu produk populer di dunia lantaran terkesan dengan image mewah.

Dari dompet, ikat pinggang, alas kaki, tas, jaket hingga gaun, jutaan orang menggunakan produk kulit sebagai sebagian dari selera gaya mereka.

Baca Juga: Pengamat Sebut Penanganan Banjir di Jawa Barat Beda dengan DKI Jakarta, Yogi: Tidak Sepenuhnya Tanggung Jawab Ridwan Kamil

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman viralbake, menurut People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), ada miliaran sapi, anak sapi, domba dan babi yang dibunuh untuk menghasilkan produk dari kulit satwa di setiap tahunnya.

Kulit memiliki efek yang sangat besar pada lingkungan, mengingat proses perawatan kulit dapat menghasilkan satu ton bahan kimia berbahaya dan juga menyebabkan kulit menjadi non-biodegradable.

Terlebih, kulit imitasi terbuat dari plastik yang tidak dapat dihancurkan setelah dibuang.

Baca Juga: Pengamat Sebut Penanganan Banjir di Jawa Barat Beda dengan DKI Jakarta, Yogi: Tidak Sepenuhnya Tanggung Jawab Ridwan Kamil

Namun, telah terlahir sebuah cara dimana produk yang terbuat dari kulit satwa dibuat tanpa membunuh atau mengancam kehidupan hewan di dunia.

Dua orang pengusaha bernama Lopez Velarde dan Marte Cazaraz telah menemukan cara untuk membuat produk dengan menggunakan kulit kaktus.

Lopez dan Marte menyebut, produk mereka yang diberi nama Desserto selalu mendapatkan respon yang postif dari masyarakat.

Baca Juga: Buat Wajah Jadi Lembut dan Sehat, Berikut 3 Pilihan Paket Scrub Berbahan Gula Merah

Pohon kaktus dikenal dengan permukaannya yang kaku, dan jika diproses dengan cara yang benar pohon kaktus akan terasa seperti kulit asli.

Fakta lainnya mengatakan, kaktus mengandung sedikit kelembaban, dan hal tersebut dapat membantu proses pembuatan kulit buatan.

Lopez dan Marte merupakan pemilik perusahaan Adriano Di Marti, perusahaan tersebut telah memproduksi kursi mobil, tas, sepatu dan pakaian yang menggunakan kulit vegan.

Baca Juga: Bank DKI Ajak BPD Sindikasi Bersinergi dengan BUMD, Zainuddin : Hingga 2019, Value Transaksinya Mencapai Rp 3 Triliun

Produk Desserto milik Lopez dan Marte dinilai bebas dari bahan kimia yang dapat membahayakan konsumen.

Dalam hal harga, kedua pria yang berasal dari Mexico tersebut menetapkan produk kulit kaktus mereka setara dengan kulit asli.

Lopez mengatakan kepada media setempat, mereka menggunakan kaktus karena bahan tersebut mudah ditemukan di negara asal mereka.

Baca Juga: Tindak Lanjut Kecelakaan Sang Ayah, Jessica Iskandar Telah Dihubungi Beberapa Polisi

"Gagasan untuk menggunakan bahan baku ini dikandung karena tanaman ini tidak memerlukan air untuk tumbuh, dan ada banyak di seluruh Republik Meksiko.

"Juga, secara simbolis, ini mewakili kita semua orang Meksiko dan semua orang tahu itu," ujar Lopez.

Selain itu, mereka menggunakan pewarna alami untuk memproses kulit agar tidak mencemarkan lingkungan.

Baca Juga: 3 Paket Perawatan Wajah Berbahan Teh Hijau yang Jadikan Kulit Sehat dan Bersih

Pewarna alami dianggap bisa memberikan ketahanan pada produk kulit kaktus mereka selama satu dekade.

Para konsumen pun dapat memilih macam-macam warna sesuai dengan selera.***


Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: viralbake

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x