Rabu, 3 Juni 2020

Khawatir Penyebaran Virus Corona, Arab Saudi Larang Sementara Ibadah Umrah

- 27 Februari 2020, 11:29 WIB
ILUSTRASI virus corona.* /ANTARA



PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah di Mekah dan Madinah lantaran khawatir virus COVID-19 tersebar di negara mereka.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Mail, Kementrian Luar Negeri Arab Saudi mengklaim, pihaknya selalu mengikuti perkembangan virus mematikan yang muncul beberapa bulan terakhir tersebut.

Untuk mendukung negara-negara yang terkena virus, Pemerintah Arab Saudi akan menerapkan standar internasional yang telah disetujui, yaitu sebuah bentuk larangan melakukan kegiatan umrah untuk sementara waktu.

Baca Juga: Ubah Paradigma Kebudayaan Jadi Dua Program Utama, Mendikbud Nadiem Makarim: Diplomasi Budaya Jadi Prioritas

Pemerintah Arab Saudi juga melarang orang-orang dari negara yang sudah terinfeksi virus COVID-19 untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

Kendati demikian, pihaknya tetap menangguhkan warga negara mereka yang berada di luar Arab Saudi agar dapat kembali pulang.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa larangan kegiatan umrah hanya bersifat sementara, dan akan terus dievaluasi oleh pihak yang berwenang.

Baca Juga: Ubah Paradigma Kebudayaan Jadi Dua Program Utama, Mendikbud Nadiem Makarim: Diplomasi Budaya Jadi Prioritas

Warga negara Arab Saudi juga diharapkan tidak melakukan perjalanan ke negara-negara yang telah terinfeksi virus COVID-19.

Keputusan yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi tersebut keluar saat melihat acara-acara olahraga di seluruh dunia yang ditunda lantaran virus COVID-19 semakin menyebar.

Salah satunya adalah pertandingan rugby yang mempertemukan Irlandia dengan Italia pada Sabtu, 22 Februari 2020 lalu.

Baca Juga: Peran Antagonis Ochi Rosdiana di Sinetron Kisah Cinta Anak Tiri

Pertandingan tersebut terpaksa dihentikan karena khawatir Italia yang diketahui sudah terinfeksi virus COVID-19 membawa virus tersebut ke Irlandia.

Namun, pertandingan rugby lainnya pada 14 Maret mendatang yang mempertemukan enam negara di Roma, Italia akan tetap berlangsung.

Dalam sebuah rapat mendesak pada Rabu, 26 Februari kemarin, Football Association (FA) di Inggris berdiskusi perihal keamanan tim sepak bola Italia yang akan menjalani pertandingan persahabatan di Wembley Stadium, London pada 27 Maret mendatang.

Baca Juga: Pemenang Sayembara Desain Jersey Persib Ungkap Makna di Balik Jersey Rancangannya, Irbad: Sayang Tak Ada Royalti, Aturannya Dibeli Putus

Sementara itu, Pemerintah Inggris juga memulangkan pebisnis mereka yang sedang berada di luar negeri karena dikhawatirkan mereka akan membawa virus.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman World O Meter, hingga saat ini, Arab Saudi belum memiliki kasus COVID-19 yang terkonfirmasi.

Negara-negara di Timur Tengah lainnya yang sudah terinfeksi antara lain, Bahrain, Kuwait, Uni Arab Emirates (UAE), Iraq, Oman, Israel, Pakistan, Lebanon hingga Mesir.

Baca Juga: Ungkap Bagian Terparah Kekerasan Hansen Wijaya, Miki Soesanti: Setiap Habis Mukulin Saya, Dia Langsung Obatin Saya

Bahrain menjadi negara penyumbang kasus COVID-19 terbesar di Timur Tengah dengan jumlah kasus yang telah dikonfirmasi sebanyak 33.

Disusul oleh Kuwait dan UAE yang masing-masing memiliki kasus sebanyak 26 dan 13 kasus terkonfirmasi.

Secara global, sudah ada lebih dari 80.000 orang terinfeksi virus COVID-19, kematian yang mencapai lebih dari 2.000 orang dan yang sudah disembuhkan mencapai lebih dari 32.000 orang.

Baca Juga: Pernyataan Komisioner KPAI Disoroti Media Asing, Anggun C Sasmi Mengaku Malu

Korea Selatan merupakan negara yang menyumbang kasus terbanyak, yaitu sebanyak 1.595 kasus.

Di posisi kedua dan ketiga ada Italia dan Jepang yang masing-masing memiliki 470 dan 172 kasus.***

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Daily Mail, worldometers


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X