Senin, 30 Maret 2020

30 Tahun Hosni Mubarak Berkuasa di Mesir, Korupsi Menjamur dan Ekonomi Tertekan

- 26 Februari 2020, 11:16 WIB
Mohammed Hosni Mubarak, Penguasa Otokratis Mesir selama 30 tahun.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Mohammed Hosni Mubarak resmi menjabat sebagai presiden Mesir sejak 14 Oktober 1981 hingga 11 Februari 2011, genap 30 tahun. Mubarak dikenal sebagai pemimpim otokratis di negaranya yang 'menyembah' perilaku korupsi dan nepotisme.

Beranjak dari kepemilikan negara atas perusahaan, Mubarak melembagakan sistem monopoli yang disetujui daripada mendukung pasar bebas.

Monopoli besar, polisi, militer dan dinas intelijen semuanya harus dilaporkan secara terpisah kepada Mubarak.

Baca Juga: Tak Hanya Tokyo, Berikut 4 Kota Favorit yang Banyak Dikunjungi Turis saat Berlibur ke Jepang

Itu adalah sistem cerobong asap yang memberinya wewenang atas wilayah luas kehidupan Mesir, dan itu membuatnya sangat kaya.

loading...

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Washington Post, korupsi menjamur dan menjadi beban bagi seluruh masyarakat Mesir. Korupsi menekan pertumbuhan ekonomi negara itu. Namun dengan seiring waktu menjengkelkan yang akhirnya membuat marah orang-orang Mesir.

Selain itu, Mubarak memberlakukan hukum darurat di seluruh kepresidenannya sehingga memungkinkannya untuk menjaga lawan politik di penjara tanpa dituntut atau pergi ke pengadilan. Dengan demikian banyak tahanannya yang disiksa dan dieksekusi.

Baca Juga: Surga Terpendam di Sukabumi Selatan, Rosidin: Ada Peninggalan Kebudayaan Sunda Kuno dan Masih Bebas Masuk Tanpa Tarif

Kehancuran Kekuasaan Hosni Mubarak

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: The Washington Post

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X