Minggu, 7 Juni 2020

Dua Hari Jelang Kunjungan Donald Trump, Pemkot Ahmedabad India Menutupi Kawasan Kumuh dengan Tembok Setinggi 200 Meter

- 21 Februari 2020, 12:08 WIB
ILUSTRASI kawasan kumuh yang ditutupi dengan tembok setinggi 200 meter oleh Pemerintah Kota Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India untuk menyambut Donald Trump.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota Ahmedabad di Negara Bagian Gujarat, India membangun tembok setinggi 200 meter untuk menutupi kawasan kumuh di sepanjang jalan yang mungkin akan di lewati Presiden Donald Trump setelah keluar dari bandara kota tersebut pada 24-25 Februari 2020 nanti.

Warga yang tinggal disekitar kawasan kumuh itu, Vikram Rathod (40) menyayangkan aksi pemerintah setempat. Vikram menilai warga miskin di kawasan kumuh itu tidak boleh terlihat oleh orang nomor satu di Amerika Serikat itu.

"Sekarang negara nomor satu akan datang, sehingga sesuai dengan standar nomor satu, mereka membangun tembok itu. Mereka telah memutuskan bahwa orang miskin tidak boleh terlihat," kata Vikram Rathod.

Baca Juga: Film Parasite akan Ditayangkan Kembali dalam Format IMAX

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Washington Post, pejabat kota setempat menyampaikan akan ada 100.000 orang yang akan menyambut iring-iringan kepresidenan pada Senin 24 Februari 2020 mendatang.

Jumlah itu tidak sebanding dengan apa yang dikatakan Donald Trump bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi berjanji akan ada tujuh juta orang yang akan menyambutnya di jalan sekitar kota Ahmedabad.

Antusiasme menyambut Trump tidak hanya dilakukan oleh pejabat kota, warga India pun sangat antusias menyambut Presiden Amerika Serikat ke-45 itu.

Baca Juga: Identik Bakar Uang, 70% Startup Indonesia Berguguran, Donny : Memiliki Wawasan dan Produk Bagus, tapi Minus Pengalaman

Hamir Vaghela, penjahit berusia 49 tahun ini mengaku telah tinggal di kota India Barat seumur hidupnya tetapi dia belum pernah melihat antusiasme yang sangat besar dari warga setempat seperti sekarang untuk menyambut Trump.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: The Washington Post


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X