Di Tengah Upaya Memerangi Wabah Corona, Tiongkok Berupaya Cegah PHK Massal Usai Perekonomian Merosot

- 19 Februari 2020, 13:01 WIB
PEKERJA di Tiongkok diwajibkan mengisi formulir kesehatan setiap hari selama virus corona mewabah.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Ketika kamerawan Mark Xia kembali ke pekerjaannya bulan ini setelah liburan, rumah produksi video Shanghai tempat dia bekerja menyuruhnya mengambil cuti tiga bulan tanpa bayaran.

Bisnis di Tiongkok lesu karena wabah virus corona yang telah menewaskan ribuan orang itu.

Sekarang Xia sedang mencari pekerjaan paruh waktu setelah perusahaan menolak permintaannya untuk membayar setengah dari gaji bulanannya selama penangguhan, dan tidak memberinya pilihan selain mengundurkan diri.

Baca Juga: Dinilai Kontroversial, Penumpang Kapal Pesiar di Jepang Diturunkan setelah Karantina Selesai Dijalankan

"Saya mengerti kondisi arus-kas perusahaan yang sedang sulit," kata Xia, 25, kepada Reuters.

"Kami menunda beberapa pengambilan gambar dalam bentuk audio visual karena wabah virus corona. Itu berdampak besar pada pendapatan kami, itulah kenyataannya."

Baca Juga: Pelatih Liverpool Peringatkan Atletico Madrid Soal Stadion Anfield di Leg Kedua Nanti

Xia adalah salah satu dari banyak warga Tiongkok yang kehilangan pekerjaannya di tengah wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 2000 orang dan menginfeksi lebih dari 72.000 orang.

Wabah virus corona memicu pembatasan perjalanan dan pengetatan aktivitas masyarakat. Akibatnya banyak bisnis tutup dan pasokan barang serta jasa terganggu.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Fix Riau Pesisir

12 Penyebab Perut Buncit

31 Oktober 2020, 17:26 WIB
X