Rabu, 1 April 2020

Meski Virus Corona di Tiongkok Merajalela, Status Keuangan dan Perekonomiannya Masih Dinilai Stabil

- 19 Februari 2020, 11:52 WIB
WARGA Tiongkok mengenakan masker di tengah wabah Virus Corona.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Sudah dua hari berturut-turut, Provinsi Hubei, Tiongkok, kini mengalami penurunan jumlah korban yang terinfeksi wabah virus corona COVID-19.

Meski demikian, adanya kekhawatiran global yang akan berdampak ke sektor ekonomi masih diakui duta besar Tiongkok untuk Uni Eropa.

Dubes itu mengatakan pada Selasa, 18 Februari 2020 bahwa sampai saat ini status ekonomi negara yang terdampak akibat virus corona masih bisa dikelola.

Baca Juga: Ungkap Permintaan BCL Usai Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, Aming: Dia Nangis, Aku Ikut Menangis Juga

Dilaporkan dari Reuters, hal itu dikarenakan Beijing memiliki sumber daya yang cukup dalam menghadapi epidemi yang sedang mewabah ini.

loading...

Sementara itu, televisi pemerintah Tiongkok mengutip pernyataan Presiden Tiongkok, Xi Jinping yang mengatakan bahwa Tiongkok masih dapat memenuhi target pertumbuhan ekonominya di tahun 2020 meskipun terserang epidemi.

Akan tetapi, ekonom Tiongkok justru memperingatkan akan adanya potensi PHK massal di Tiongkok pada akhir tahun ini jika virus tidak segera terhenti.

Baca Juga: Melaney Ricardo Ceritakan Firasat Ashraf SInclair Sebelum Meninggal Dunia, Minta Timnya Jaga BCL

"Situasi ketenagakerjaan masih dalam penilaian yang bagus pada kuartal pertama, tetapi jika virus tidak terhentikan pada akhir Maret, maka dari kuartal kedua, kita akan melihat PHK besar-besaran (di sini)," ucap seorang analis Economist Intelligence Unit (EIU), Dan Wang.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: Reuters

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X