Jumat, 21 Februari 2020

Meski Dipastikan Tak Lolos di Senat, DPR AS Tetap Lakukan Voting Amandemen RUU Kesetaraan antara Perempuan dan Laki-laki

- 15 Februari 2020, 16:13 WIB
BENDERA Amerika Serikat.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) tetap berusaha melakukan pemungutan suara untuk menghapus ratifikasi batas waktu atas RUU Kesetaraan atau Equal Rights Amendment (ERA).

ERA adalah amandemen yang memberikan hak hukum yang sama tanpa memandang jenis kelamin berdasarkan Konstitusi AS.

Pemungutan suara yang dilakukan secara simbolis di Mejelis Rendah ini tetap dilakukan untuk kemudian diajukan ke Mahkamah Agung (MA) lantaran dipastikan akan ditolak mentah-mentah di Majelis Tinggi yang memang notabennya diisi oleh politisi Partai Republik.

Baca Juga: Dikira Terkena Stres Akibat Melatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho Jelaskan Alasan Kenapa Kepalanya Jadi Gundul

Amandemen RUU Kesetaraan ini menjadi produk politik yang dipertarungkan oleh oposisi (Demokrat) dan Partai Republik (Pemerintahan Donald Trump).

Demokrat sebagai oposisi terus berupaya memperjuangkan Amandemen ini untuk persamaan hak bagi perempuan, tetapi juga pilihan reproduksi.

Ketua DPR, Nancy Pelosi menyampaikan amandemen ini merupakan sebuah resolusi bagi Amerika Serikat sehingga Majelis Rendah yang masyoritas diduduki politisi dari oposisi ini berusaha keras menuju kesetaraan bagi perempuan dan keluarga.

Baca Juga: Kalangan Milenial Dibayang-bayangi Nyeri Punggung, Pinggang hingga Leher

Demikian disampaikan Pelosi usai melakukan rapat belum lama ini bersama para pemimpin kelompok advokasi yang mendukung ERA sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Aljazeera pada Sabtu 15 Februari 2020.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Al-Jazeera

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X