Minggu, 31 Mei 2020

Penderita Virus Corona COVID-19 Melonjak hingga 15.000 Orang dalam Semalam, Pakar Pertanyakan Keterbukaan Tiongkok

- 13 Februari 2020, 15:25 WIB
LONJAKAN angka pasien dan kematian di Provinsi Hubei menjadi tanda tanya besar para pakar atas koimitmen Tiongkok terhadap keterbukaan informasi wabah virus corona Wuhan COVID-19.* //AFP

Selain itu, komisi ini pun mengaku bahwa lonjakan tiba-tiba ini sebagai upaya untuk merawat pasien secepatnya dan konsisten.

Sebelumnya, Hubei hanya memperbolehkan pengujian pasien dengan RNA tes yang membutuhkan waktu beberapa hari.

Baca Juga: Satgas Pangan Polda Jabar dan Indag Jabar Amankan 150 Ton Bawang Putih di Karawang, Ada Dugaan Penimbunan

RNA atau asam ribonukleid merupakan pembawa genetis dari virus corona COVID-19 ini.

Namun, setelah menggunakan CT-scan, dokter bisa dengan segera mengetahui infeksi yang menyerang pasien.

Komisi itu pun menyatakan bahwa pemindaian ini bisa mempercepat pemulihan dari pasien karena dirawat dengan baik.

Baca Juga: 6 Obat Rumahan yang Dapat Kurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih

Sayangnya, tidak hanya jumlah pasien yang melonjak tiba-tiba. Kematian akibat virus ini juga ikut berlipat ganda dalam semalam.

242 orang dilaporkan tewas oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

Hal ini memunculkan pertanyaan bagi pakar kebijakan dari School of Global Policy & Strategy dari UC San Diego, Amerika Serikat (AS).

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Channel News Asia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X