Harga Masker Tembus Rp 1,2 Juta per Boks, Dinkes Cilacap Kesulitan Kirim Bantuan untuk Pekerja Migran di Hong Kong

- 12 Februari 2020, 14:49 WIB
PEKERJA Migran Indonesia antre untuk mendapatkan masker di Hong Kong.* /DOK. FORUM KOMUNITAS WARGA CILACAP DI HONGKONG

PIKIRAN RAKYAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah kesulitan untuk mengirim bantuan masker kepada   Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang bekerja di Hong Kong

Sebab harga masker yang diremondasikan untuk menangkal penularan virus corona baru atau 2019-nCoV di dalam dan di luar negeri naik cukup fantastis.

Harga masker menembus Rp 1,2 juta per boksnya.

Baca Juga: Anggota MPR RI Sebut Serangan Virus Corona Ancam Persatuan Bangsa

Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti  Griani Dewi mengungkapkan, harga masker di apotek maupun situs belanja online sangat tinggi.

“Naiknya berlipat lipat, sejak ada virus corona permintaan masker di dalam negeri dan dunia sangat tinggi. Semua negara yang terpapar 2019-nCov membutuhkan masker," katanya, Rabu, 12 Februari 2020.

Di sebuah toko online Hong Kong, harga  masker khusus mencapai Rp 800 ribu, bahkan ada yang dijual mencapai Rp 1,2 juta per boks.

Baca Juga: Cara Mewarnai Jenggot dengan Mudah dan Efisien

loading...

Naiknya sudah berlipat, saat ini pihaknya sedang mencari harga yang lebih murah. 

Masker untuk menangkal virus corona yang direkomendasikan adalah  masker yang digunakan oleh dokter bedah.

Para pekerja yang sedang mengalami krisis masker pun memohon bantuan masker bedah.

Baca Juga: BMKG Sebut Ada Sesar Aktif di Ambon dan Haruku

"Mereka meminta bantuan masker kepada Pemkab Banyumas dan sudah disetujui Pak Bupati. Dari hasil rapat,  Palang Merah Indonesia, dan Baznas Cilacap siap membantu para pekerja migran kita,  yang masih bertahan di Hongkong," katanya.

Selain harga masker mencapai jutaan rupiah, barangnya juga langka. 

Sementara itu, bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian kesehatan tidak mencukupi.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X