6 Bulan Jelang Olimpiade Tokyo 2020 Digelar, Panitia Cemas Virus Corona Semakin Darurat

- 2 Februari 2020, 15:41 WIB
JELANG pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, panitia mulai kocar-kacir cemas akan gangguan yang mungkin terjadi akibat virus corona.* /PIXABAY

Meski demikian, pemberitaan di media sosial tidak dapat dibendung, sebagian orang justru mengajukan beberapa pertanyaan yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Publik menyinggung di tengah penyebaran virus corona penyelenggaraan Olimpiade dalam bahaya.

Baca Juga: Unggah Foto Anaknya Berseragam Taekwondo, Nikita Mirzani: Ami Aman di Tangan Azka

Orang-orang juga mengajukan pertanyaan yang menyinggung soal menonton pertandingan harus menggunakan masker.

Bahkan beberapa meminta pada saat pertandingan berlangsung tidak ada orang Tiongkok yang menonton.

Sementara kalau dibandingkan dengan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) yang terjadi tahun 2002 dan 2003 silam butuh setidaknya enam bulan untuk menghilangkan virus SARS.

loading...

Baca Juga: Tujuh Juta Jiwa Meninggal, Kanker Jadi Pembunuh Nomor Dua di Dunia

Akan tetapi dengan kurang dari enam bulan sebelum Olimpiade, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi lebih dari 11.000 telah melampaui jumlah SARS, bahkan jika jumlah kematian resmi tetap lebih rendah.

Seorang profesor mikrobiologi di Universitas Kindai Jepang, Ikuo Tsunoda virus corona pada umumnya merupakan virus musiman. Ini sama halnya dengan ketakutan publik terhadap virus Zika pada Olimpiade Rio 2016, empat tahun silam, meski tidak terjadi.

"Dalam terang musiman, saya bertanya-tanya apakah kita harus khawatir tentang hal itu, ditahan di musim panas, pada saat ini," kata Tsunoda.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X