Rabu, 8 April 2020

Korban Meninggal Jadi 106 Jiwa, Mayoritas Penderita Virus Corona di Luar Tiongkok adalah Pria

- 28 Januari 2020, 10:30 WIB
STAF medis menangani pasien yang terjangkit virus corona di Central Hospital di Wuhan, Tiongkok, Sabtu, 25 Januari 2020.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Jumlah kasus infeksi virus corona tipe baru (2019-nCov) yang sudah dikonfirmasi bertambah, menjadi 2.798 secara global per 27 Januari 2020, menurut data ​​​​​Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Di Tiongkok, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taipei, menurut WHO, ada 2.741 kasus positif infeksi virus corona baru.

Antara melansir, Laporan dari Tiongkok, bahwa hingga kini 106 jiwa meninggal akibat virus corona baru yang menyebar di seluruh negara tersebut.

Jumlah itu naik dari jumlah sebelumnya, yakni 81 orang meninggal akibat terinfeksi virus tersebut.

Baca Juga: 4 Obat Rumahan yang Efektif untuk Mengobati Penyakit Sinusitis

Sementara di luar Tiongkok , ada 37 kasus infeksi virus corona baru yang tersebar di 11 negara yakni Jepang (4), Korea Selatan (4), Vietnam (2), Singapura (4), Australia (4), Malaysia (4), Thailand (5), Nepal (1), Amerika Serikat (5), Kanada (1), dan Prancis (3).

Kasus yang terdeteksi di luar Tiongkok terjadi pada warga berusia dua sampai 74 tahun (median usia 45 tahun) dan 71 persen terjadi pada laki-laki.

Selain itu, dari 37 kasus yang terjadi di luar Tiongkok, 36 di antaranya terjadi pada orang yang punya riwayat perjalanan ke Tiongkok, 34 di antaranya punya riwayat perjalanan ke Wuhan.

Baca Juga: Diduga Hina Artis India, Anak Iis Dahlia Kena Semprot Kareena Kapoor

WHO menyatakan bahwa perkiraan masa inkubasi virus 2019-nCov dua sampai 10 hari, dan mengingatkan bahwa penularan antar manusia bisa terjadi meskipun orang yang sudah terinfeksi belum menunjukkan gejala sakit.
 
Upaya untuk menghindari infeksi virus tersebut, menurut badan kesehatan dunia, bisa dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit infeksi saluran pernapasan akut, cuci tangan menggunakan sabun khususnya setelah bertemu langsung dengan orang yang sedang sakit, menghindari kontak dengan hewan ternak atau hewan liar tanpa alat pelindung diri, dan menerapkan etika batuk.

Selain itu WHO menganjurkan fasilitas kesehatan menerapkan standar pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi, khususnya di bagian gawat darurat.***


Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X