Rabu, 1 April 2020

Dianggap Sarang Berkembang Biak Virus Corona, Pasar di Tiongkok Ditutup

- 24 Januari 2020, 19:28 WIB
ILUSTRASI virus.* /DOK. CANVA

Baca Juga: 4 Cara Buat Rumah Lebih Hemat Energi dan Tetap Nyaman

Diketahui, kota-Kota besar di Tiongkok memiliki ratusan pasar yang menjual unggas dan daging.

Namun, beberapa kota termasuk Guangzhou, Shenzhen, dan Beijing sudah melarang penjualan hewan yang masih hidup di pasar.

Seorang pakar ekonomi politik Tiongkok, Hu Xingdou mengatakan jika kebiasaan penduduk Tiongkok untuk memakan hewan liar adalah masalah budaya, ekonomi dan politik.

Baca Juga: Terkena Kanker Usus, Pemeran Wak Sain Pamit dari Sinetron Dunia Terbalik

"Sementara masyarakat barat menghargai kebebasan dan hak asasi manusia lainnya, orang-orang Tiongkok memandang makanan sebagai kebutuhan utama mereka karena kelaparan adalah ancaman besar dan bagian yang tak terlupakan dari memori nasional," ujarnya.

loading...

Revolusi Kebudayaan Tiongkok yang terjadi pada 1966 hingga 1976 adalah masa-masa kekacauan politik dan sosial yang disebabkan oleh mantan presiden Tiongkok, Mao Zedong.

Revolusi tersebut mengakibatkan sebanyak 2 juta orang meninggal dan jutaan lainnya berjuang melawan kelaparan.***

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Mirror

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X