Rabu, 26 Februari 2020

Iran Ancam Mundur dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir jika Eropa Mengintervensi

- 21 Januari 2020, 17:02 WIB
MENTERI Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif ancam agar negara-negara Eropa tidak mengajukan masalah nuklir Iran ke PBB.* /Twitter @JZarif

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, diberitakan dari Kantor Berita Iran pada Senin, 20 Januari 2020 bahwa jika negara-negara Eropa mengajukan masalah nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB, maka Iran akan menarik diri dari Perjanjian Nonproliferasi (NPT).

Adapun Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) adalah suatu perjanjian yang ditandatangani pada 1 Juli 1968.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk membatasi kepemilikan senjata nuklir di mana terdapat 3 pilar utama terkait komitmen pelucutan senjata nuklir, nonproliferasi dan penggunaan bahan nuklir untuk tujuan damai.

Baca Juga: Aurel Hermansyah Dikabarkan Dekat dengan Atta Halilintar, Ashanty: Itu Urusannya Mereka

Iran pun dengan tegas menyatakan bahwa negaranya akan mundur dari NPT jika pihak Eropa tetap melakukan “tindakan tak layak”, atau menyerahkan dokumen berkaitan masalah nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB.

"Jika negara Eropa melanjutkan perilaku yang tidak pantas atau mengirim file Iran ke Dewan Keamanan, kami akan menarik diri dari NPT," ucap Zarif mengutip dari Reuters.

Zarif juga mengatakan bahwa jika pihak Eropa dapat melaksanakan kewajiban yang tercantum dalam perjanjian masalah nuklir Iran (JCPOA), dan menjamin kepentingan ekonomi Iran dalam kerangka perjanjian tersebut, maka Iran akan kembali melaksanakan perjanjian JCPOA.

Baca Juga: Tips Membuat Kunci Rahasia Anti Maling untuk Motor, Manfaatkan Teknologi Lean Angle Sensor

Demikian Zarif mengatakan, apabila Inggris, Prancis dan Jerman benar-benar menghidupkan mekanisme penyelesaian sengketa JCPOA maka mutlak dikatakan tidak sah.***

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Reuters, KEMLU

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X