Rabu, 26 Februari 2020

Bertekad Hadiri Forum Ekonomi Dunia Davos 2020, Aktivis Iklim Kenakan Pakaian Koala dan Mendaki Gunung Salju selama 3 Hari

- 21 Januari 2020, 14:10 WIB
ILUSTRASI salju.* /DOK. CANVA

PIKIRAN RAKYAT – Selama periode antara tahun 2010 hingga memasuki awal tahun 2020 atau sekitar selama 10 tahun terakhir Planet Bumi alami perubahan iklim yang cukup ekstrem.

Pada tahun lalu misalnya, Indonesia dilanda musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah daerah mengalami kekeringan dan krisis air hingga menyebabkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Pikiran-Rakyat.com berdasarkan catatan National Oceanic Atmospheric and Administration (NOAA) di wilayah Amerika Serikat (AS) setidaknya telah terjadi bencana alam yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim.

Baca Juga: Teh Tawar yang Manfaatnya Tidak ‘Pahit’

Beberapa diantaranya seperti kebakaran hutan di California, banjir disepanjang bantaran Sungai Missouri, dan badai Dorian di Texas.

Kemarau berkepanjangan yang pernah melanda Indonesia, kemudian berubah menjadi suhu panas saat beralih ke arah timur yaitu daratan Australia yang merupakan tetangga Indonesia.

Dampak dari suhu panas yang melanda Australia menyebabkan terjadinya kebakaran hutan yang cukup dahsyat.

Baca Juga: Aksi Friday For Future Tuntut Pemimpin Dunia Berbuat Aksi Nyata Dalam Menanggulangi Perubahan Iklim

Saat ini setidaknya sebanyak 28 orang tewas dan satu miliar hewan yang terdiri dari hewan endemik Australia Koala dan Kangguru telah mati akibat kebakaran hutan tersebut.

Aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg sebelumnya telah mengadakan aksi unjuk rasa yang menuntut pemimpin dunia agar melakukan aksi nyata terkait perubahan iklim yang terjadi.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X