Rabu, 8 April 2020

Makin Siap Perang, Iran Langgar Batas Uranium Perjanjian Nuklir

- 17 Januari 2020, 20:53 WIB
FILE PHOTO: Iranian President Hassan Rouhani speaks during a meeting with Muslim leaders and scholars in Hyderabad, India, February 15, 2018. REUTERS/Danish/File Photo - RC19FF765D90 /Danish Siddiqui

Para kritikus menganggap bahwa keputusan yang di ambil oleh Trump dan strategi 'tekanan maksimum' yang lebih luas terhadap Iran.

Namun dengan Rouhani memberikan pernyataan maka terlihat bahwa pendekatan-pendekatan yang dilakukan merupakan kesalahan.

Baca Juga: Pemerintah Diimbau Berikan Perspektif Konkret dalam Pembahasan Omnibus Law

Para kritikus juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh keduanya adalah benar, namun hanya sampai taraf tertentu.

Pernyataan Rouhani dianggap provokatif namun itu juga konsekuensi langsung yang harus AS hadapi ketika menarik diri dari perjanjian nuklir 2015.

Dalam pertemuan Rouhani dengan Bank Sentral Republik Islam, pada Kamis, 16 Januari 2020, apa yang dilakukan oleh Iran adalah tanggapan pada penarikan diri yang dilakukan AS pada perjanjian Nuklir.

Baca Juga: Sule Dikabarkan akan Segera Menikah dengan Pramugari, Asisten Rumah Tangga Buka Suara

"Menanggapi penarikan AS dari kewajibannya, kami memutuskan untuk mengurangi komitmen kami selangkah demi selangkah," ujar Rouhani dalam pidatonya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Vox.

Dalam penyataan Rouhani penting untuk dicatat bahwa tidak berarti Iran bergerak untuk membuat senjata nuklir.

Masih ada waktu sekitar satu tahun untuk mendapatkan bom jika memutuskan untuk mulai membuat bom dan ambang pengayaannya masih jauh di bawah apa yang diperlukan untuk membuat perangkat yang sukses.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Vox

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X