Minggu, 23 Februari 2020

Tingkat Kelahiran Tiongkok Sentuh Angka Paling Rendah, Program 1 Orang 2 Anak Gagal Diterapkan

- 17 Januari 2020, 17:00 WIB
Tingkat kelahiran Tiongkok turun tahun lalu 2019 dengan meningkati level terendah sejak negara komunis itu didirikan pada 1949. /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Tingkat kelahiran Tiongkok turun tahun lalu 2019 dan mencapai level terendah sejak negara komunis itu didirikan pada 1949.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari AFP, hal itu menambah kekhawatiran bahwa masyarakat yang menua dan tenaga kerja yang menyusut akan menambah tekanan pada ekonomi yang melambat.

Untuk menghindari krisis demografis, pemerintah melonggarkan kebijakan satu anak pada tahun 2016 untuk memungkinkan satu keluarga memiliki dua anak, tetapi perubahan tersebut tidak menghasilkan lebih banyak kehamilan.

Baca Juga: Relawan Pendamping Eks Penghuni Wyata Guna Bandung Pertanyakan Kondisi Panti Sosial di Cimahi

Pada 2019, angka kelahiran mencapai 10,48 per 1.000 orang, menurut data dari Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis pada Jumat, 17 Januari 2020.

Data NBS menunjukkan bahwa jumlah kelahiran sekarang telah semakin menurun selama tiga tahun berturut-turut.

Terdapat 14,65 juta bayi yang lahir pada 2019, setelah 15,23 juta bayi pada 2018 dan 17,23 juta pada 2017.

Baca Juga: King Eze Ingin Hengkang, Persib Bandung Pertimbangkan

Akan tetapi tetap saja, populasi Tiongkok yang kini mencapai 1,4 miliar pada akhir 2019, meningkat 4,67 juta dari tahun sebelumnya.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: AFP

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X