Rabu, 29 Januari 2020

Pertemuan Antaragama di Vatikan, NU: Dialog Tidak Boleh Berhenti dari Kutipan Kitab Suci

- 15 Januari 2020, 12:31 WIB
KATIB Aam PBNU Yahya Cholil Staquf di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. Ia menjadi delegasi Islam untuk pertemuan agama-agama Ibrahim di Vatikan.* /Wahyu Putro/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim di Vatikan, Selasa-Jumat, 14 sampai 17 Januari 2020.

Gus Mus menjadi salah satu dari enam tokoh wakil dunia Islam yang diundang untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk perdamaian dunia.

Dalam pertemuannya, ia mengungkapkan misi dari NU mengenai perdamaian dunia melalui perspektif dari berbagai agama yang hadir di Vatikan.

Baca Juga: Penjualan Kelapa Indonesia ke Lithuania Sumbang Devisa Lebih dari 30.000 Dolar AS di Awal Tahun

Salah satu dari ungkapannya, Gus Mus juga menyampaikan bahwa dialog antaragama tidak boleh lagi hanya berhenti dengan bertukar kata-kata manis dari kutipan-kutipan kitab suci dan pernyataan tokoh-tokoh suci.

"Dialog Antaragama tidak boleh lagi hanya berhenti dengan bertukar kata-kata manis dari kutipan-kutipan kitab suci dan pernyataan tokoh-tokoh suci," jelas Gus Mus sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi NU Online.

"Sudah terlalu lama umat manusia menunggu para tokoh agama bicara sejujur-jujurnya tentang masalah-masalah yang nyata-nyata sedang menimpa umat manusia dewasa ini, termasuk permusuhan dan konflik yang bengis di antara kelompok-kelompok berbeda agama," lanjutnya lagi.

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Putih yang Cukup bagi Kesehatan Tubuh Anda

Pada hakikatnya agama diturunkan sebagai anugerah Tuhan untuk menolong umat manusia dalam mencari jalan keluar dari masalah-masalah mereka, jelas Gus Mus.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: NU Online

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X