Kamis, 2 April 2020

Dari Pendidikan Islam hingga Pencegahan Terorisme, Indonesia Teken 16 Kerja Sama dengan Uni Emirat Arab

- 13 Januari 2020, 08:15 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menggelar konferensi pers di Hotel Emirates Palace Abu Dhabi, UEA, Minggu, 12 Januari 2020. Dia menjelaskan bahwa Indonesia menjalin berbagai kerja sama dengan Uni Emirat Arab.* /Hanni Sofia/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati 16 kerja sama di berbagai bidang, baik antara pemerintah kedua negara maupun para pelaku bisnis dua negara.

Untuk memaparkan hal ini, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menggelar konferensi pers di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu, 12 Januari 2020. Konferensi pers dilakukan usai ia mendampingi Presiden Joko Widodo dalam serangkaian acara kenegaraan selama di Abu Dhabi pada hari pertama, termasuk di Istana Qasr Al-Watan.

Retno ditemani Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Tohir, dan Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis. Keterangan pers digelar di Emirates Palace Hotel sekitar pukul 20.40 waktu setempat setelah semua agenda kenegaraan Presiden Jokowi di Istana Qasr Al Watan Abu Dhabi Rampung.

Baca Juga: Kasus Komisioner KPU Diyakini Gerus Elektabilitas PDI Perjuangan, Pengamat Beri Tiga Obat Penawar

“Beberapa kerja sama yang sifatnya konkret dibahas, utamanya mengenai investasi,” ujar Menlu Retno, dilansir Antara.

loading...

Dalam pertemuan kali ini dihasilkan 16 kerja sama, dimana lima bersifat G to G dan 11 kerja sama lainnya bersifat business to business. “Kerja sama bisnis yang ada 11 kalau dilihat dari angka gelondongannya adalah 6,8 juta dolar AS tapi men-generate investasi yang besarnya 22,89 juta dolar AS,” tambahnya.

Sementara untuk G to G meliputi bidang pendidikan Islam, kesehatan, pendidikan, pertanian, dan kontra-terorisme. “Selain masalah investasi, juga melakukan kerja sama lainnya. Dan juga kerja sama dalam mensyiarkan toleransi karena ingat tahun lalu ingat bahwa di sini adalah ‘the year of tolerance’, tingkat toleransinya sangat tinggi. Mereka (UEA) adalah negara Islam, tetapi dengan toleransi sangat tinggi,” jelasnya, dilansir Antara.

Baca Juga: Helikopter Kepresidenan Jalani Perawatan, Presiden Jokowi Cari Tunggangan Alternatif

Pada Senin, 13 Januari 2020, Presiden Jokowi rencananya akan bertemu Presiden Armenia dan dalam sebuah pertemuan bilateral. Kemudian Presiden Jokowi akan menyampaikan keynote speech dalam Abu Dhabi Sustainability Week yang dihadiri kepala negara/pemerintahan dari Indonesia, Rwanda, Armenia, Jepang, Fiji, Serbia.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X