Sabtu, 22 Februari 2020

Sultan Qaboos bin Said dari Oman Mangkat, Digantikan Sepupunya

- 11 Januari 2020, 19:03 WIB
SULTAN Oman mangkat dari tahtanya pada Jumat, 10 Januari 2020 dan digantikan sepupunya.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Di tengah kecamuk dan ketegangan dunia, tiba-tiba kabar duka datang dari Timur Tengah.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian, pemimpin Kesultanan Oman di Jazirah Arab dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 10 Januari 2020. Sultan Qaboos bin Said mangkat setelah menjadi sultan terlama di dunia Arab.

Ia meninggal di usia 79 tahun dan akan digantikan oleh sepupunya, Haytsam bin Tariq al-Said.

Baca Juga: Gagal Lewati Ganda Putra Tiongkok di Babak Semi Final Malaysia Masters 2020, Hendra/Ahsan: Permainan Depan Mereka Lebih Bagus

Sultan Qaboos memimpin Oman setelah melakukan kudeta tak berdarah untuk memakzulkan ayahnya sendiri pada tahun 1970. Ia melaksanakan kudeta dengan bantuan Inggris.

Oman yang pernah menjadi anggota persemakmuran Inggris, selama di bawah pemerintahan Qaboos terlihat sangat 'diam' dan tak begitu banyak bertindak dalam diplomasi dibandingkan negara-negara Arab lain.

Sultan Qaboos meninggal setelah dua kali berobat ke luar negeri sejak 2014 untuk mendapatkan perawatan kanker usus dan baru saja pulang dari Belgia ke Muskat.

Baca Juga: SMK Bina Bangsa Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya Minta Pemerintah Bantu Perbaikan Gedung Perpustakaan yang Ambruk

Tanpa anak, Sultan tak menunjuk salah seorang pun untuk menggantikannya. Berdasarkan ketetapan pada 1996, keluarga yang berkuasa berhak untuk menunjuk sultan selanjutnya atau terdapat nama yang disarankan Sultan Qaboos lewat amplop tertutup.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: The Guardian

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X