Rabu, 3 Juni 2020

Tak hanya Qassem Soleimani, AS Sempat Incar Pejabat Militer Iran Lain sebagai Misi Rahasia

- 11 Januari 2020, 07:37 WIB
PRESIDEN Donald Trump resmi menjadi presiden ke-3 AS yang dimakzulkan oleh DPR.* /Instagram.com/@realdonaldtrump

PIKIRAN RAKYAT – Beberapa waktu lalu, sebuah serangan rudal dari pesawat nirawak (drone) milik Amerika Serikat (AS) menghantam sejumlah pasukan Iran yang berada di Kompleks Bandara Kota Baghdad, Irak.

Serangan tersebut salah satunya menewaskan seorang Jenderal Iran yang berpengaruh, Qassem Soleimani.

Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani menambah ketegangan politik antara Iran dengan Amerika Serikat yang selama ini telah terjadi.

Baca Juga: 3 Ramuan untuk Menyembuhkan Gangguan pada Indera Perasa dan Pencium saat Batuk dan Pilek

Tidak lama pascapemakaman sang Jenderal, Iran meluncurkan sejumlah roket ke Pangkalan Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk balas dendamnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump beralasan serangan yang menargetkan tewasnya Jenderal militer Iran tersebut salah satunya untuk menghentikan penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Qasssem terhadap sejumlah demonstran yang berada di tahanan Iran.

Serangan rudal pesawat nirawak AS yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani merupakan perintah langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes Beserta Manfaatnya, dari Roti Gandum hingga Bayam

Perintah Donald Trump kepada pasukan AS yang menewaskan Qassem Soleimani tersebut membuat kongres AS harus membuat respons.

Untuk mencegah peperangan berkelanjutan, kongres AS pun membuat suatu persetujuan untuk membatasi wewenang Presiden AS terhadap seluruh pasukan AS.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Washington Post


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X