Sabtu, 6 Juni 2020

Usai Serangan Roket ‘Balas Dendam’ Iran ke Pangkalan AS, Donald Trump Mulai Melunak

- 9 Januari 2020, 10:24 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump.* /EVAN VUCCI/AP

PIKIRAN RAKYAT – Serangan roket diluncurkan oleh Iran ke Pangkalan Amerika Serikat (AS) yang berada di Irak pada Rabu, 9 Januari 2020 lalu.

Serangan tersebut diluncurkan beberapa jam setelah pemakaman Jenderal militer Iran Qassem Soleimani yang tewas akibat serangan rudal pesawat nirawak (drone) yang dilakukan oleh Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Sebelum serangan roket yang dilakukan ke Pangkalan AS oleh Iran, sebelumnya pihak Iran telah bersumpah untuk melakukan balas dendam atas serangan rudal yang menewaskan Jenderalnya tersebut.

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Mundur dari Anggota Senior Kerajaan Inggris, Ingin Mandiri Secara Finansial

Ketegangan politik semakin memanas antara Iran dengan Amerika Serikat pascatewasnya Jenderal militer Iran Qassem Soleimani.

Perang kata-kata pun tak terhindarkan yang dilontarkan oleh kedua negara tersebut lewat media sosial.

Diberitakan sebelumnya oleh Pikiran-Rakyat.com Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan Presiden Donald Trump telah menerima laporan singkat atas serangan tersebut.

Baca Juga: Putra Sulungnya Ditahan, Polisi Tidak Akan Seret Nama Ayu Azhari dalam Kasus Koboi Lamborghini

Dalam sebuah pernyataan terbarunya setelah  serangan ‘balas dendam’ yang dilakukan oleh Iran tersebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan meskipun negara memiliki militer yang terkuat di dunia, kekuatan tersebut tidak harus selalu untuk digunakan.

“Kenyataan bahwa kita memiliki peralatan dan militer yang hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya,” ujarnya seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X