Kamis, 2 April 2020

Tiongkok Berani Usik Natuna Diduga karena Susi Pudjiastuti Tak Lagi Jadi Menteri

- 6 Januari 2020, 11:20 WIB
PERGERAKAN Kapal Perang Indonesia dengan kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu 4 Januari 2020.* /M RISYAL HIDAYAT/ANTARA

Baca Juga: Jubir Prabowo Ikut Angkat Bicara Soal Iran vs AS: Bersyukur Indonesia Tak Pernah Jadi Proxy Blok Pemicu Kepanasan Dunia

Hal tersebut hanya akan mengirim sinyal kepada negara lain bahwa ada dinamika yang terjadi di pemerintahan Indonesia. Pada akhirnya, hal itu membuat negara lain berani mengambil tindakan tertentu.

"Hal semacam ini tak boleh terjadi. Ketika dibutuhkan pengambilan kebijakan, semuanya harus satu sikap. Tidak bisa dengan alasan lain kemudian terlihat ada sikap berbeda. Hal itu bisa dibaca dan dimaknai lain lagi, baik secara domestik maupun internasional," ujar Riefqi.

Negara jangan lembek

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Unpad Prof. Atip Lathifulhayat mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta ketegangan di Natuna tak perlu dibesar-besarkan karena berkaitan dengan investasi.

Menurut Atip, sikap dari cenderung lembek. "Presiden harus tegas. Tidak boleh ada lagi pernyataan seperti Menko Maritim yang dalam hal ini cenderung lembek dan lemah dengan alasan investasi," ujar Atip.

loading...

Dalam menghadapi persolanan Natuna, menurut Atip, jangan sampai perbedaan sikap antarkementerian justru memperlemah kedaulatan Indonesia.

Presiden Joko Widodo harus kembali mengambil alih karena dia merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap kedaulatan negara.

"Tidak boleh salah satu menteri menurunkan tensi dengan alasan investasi. Hal itu bertentangan dengan amanat konstitusi kita dalam mempertahankan kedaulatan,” ucapnya.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: PRFMNEWS.COM

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X