Kamis, 20 Februari 2020

Tiongkok Berani Usik Natuna Diduga karena Susi Pudjiastuti Tak Lagi Jadi Menteri

- 6 Januari 2020, 11:20 WIB
PERGERAKAN Kapal Perang Indonesia dengan kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu 4 Januari 2020.* /M RISYAL HIDAYAT/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Hubungan diplomasi antara Indonesia dan Tiongkok kembali memanas. Kapal Tiongkok menerobos Zona Ekonomi Eksekutif Indonesia di Laut Natuna.

Peneliti Hubungan Luar Negeri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Riefqi Muna mengatakan, salah satu faktor Tiongkok berani mengusik wilayah Natuna bisa jadi karena Susi Pudjiastuti tak lagi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dengan tidak adanya Susi Pudjiastuti, Tiongkok seolah menerima sinyal adanya pengenduran dari pemerintah Indonesia dalam menghadapi illegal fishing.

Baca Juga: Gara-gara Banjir Jakarta, Piano Steinway Berusia 100 Tahun Milik Fadli Zon Ikut Jadi Korban

Baca Juga: Jenazah Ria Irawan Tiba di Kediamannya, Ine Febriyanti: Dia Hatinya Baik Sekali

"Setelah Ibu Susi terganti, kebijakannya terkesan tidak dilanjutkan. Sehingga, Susi Pudjiastuti seperti menerima sinyal adanya pengenduran dari pemerintah Indonesia dalam mengahadapi illegal fishing," ujar Riefqi dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Senin 6 Januari 2020.

Meski demikian, hal tersebut bukan alasan tunggal pemerintah Tiongkok berani mengirim kapalnya ke Natuna.

"Tidak sesederhana itu, tetapi dinamika domestik suatu negara akan menjadi pertimbangan negara lain untuk mengambil sikap," ujar Riefqi.

Dia menyebut, Indonesia seharusnya lebih tegas dalam menghadapi persoalan Natuna. Tidak boleh ada lagi silang pendapat antarkementerian.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: PRFMNEWS.COM

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X