Rabu, 19 Februari 2020

Malam Natal di Hong Kong Diwarnai Bentrokan Polisi dan Demonstran

- 25 Desember 2019, 11:17 WIB
Demo di Hongkong.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Pada malam Natal, 24 Desember 2019, terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran Hongkong. Adanya kerusuhan tersebut dikabarkan berlangsung hingga ke dalam mall.

Polisi Hongkong menembakkan gas air mata ke arah ribuan demonstran.

Demonstran yang dituju adalah mereka para demonstran garis keras yang mengenakan kaus hitam yang turun ke jalan dan menghancurkan sejumlah toko.

Baca Juga: Tim Takesi Patroli Sungai di Cimahi, Siapa Mereka?

Demikian, polisi lantas menanggapinya dengan mengirim anggota unit anti huru-hara.

Para pengunjuk rasa yang di dalam mall juga melemparkan payung dan benda-benda lain ke arah polisi yang memukuli beberapa demonstran dengan tongkat.

Beberapa demonstran juga menduduki jalan utama dan memblokir lalu lintas di luar mall dan hotel-hotel mewah di dekat kawasan wisata Tsim Sha Tsui di Kowloon.

Baca Juga: Program Pasar Juara, Revitalisasi Pasar-pasar di Sejumlah Daerah Hampir Selesai

Di negara tersebut, sudah berlangsung demo selama enam bulan, tetapi hingga kini belum menunjukkan tanda-tandanya akan berakhir.

Demo yang terjadi di Hongkong bermula dari adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi memungkinkan pihak berwenang di China daratan, Taiwan, dan Makau mengekstradisi tersangka yang dituduh melakukan kejahatan seperti pembunuhan dan pemerkosaan.

Meski demikian, Pemimping Hong Kong, Carrie Lam, memutuskan mencabut RUU Ekstradisi sebelumnya yang menjadi pemicu aksi, ia tetap menolak mengabulkan sejumlah tuntutan lainnya.

Baca Juga: Pembaruan Google Chrome Berpotensi Menghapus Data Aplikasi Android

Para demonstran hingga kini masih mendesak Lam untuk mundur.

Tidak hanya itu, demonstran pun meminta jaminan kebebasan berekspresi dan berpolitik, serta menuntut ribuan rekan mereka yang ditangkap dan mengusut tindak kekerasan yang dilakukan polisi.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X