Rabu, 26 Februari 2020

Demo Reformasi Pensiun Prancis, Menara Eiffel Terpaksa Ditutup

- 18 Desember 2019, 18:19 WIB
AKSI demonstrasi di Prancis.* /DOK. AP NEWS

PIKIRAN RAKYAT - Aktivis serikat Perancis memotong listrik ke hampir 100.000 rumah atau kantor. Staf Menara Eiffel keluar dari pekerjaan.

Bahkan pekerja opera Paris bergabung dalam protes nasional Selasa 17 Desember 2019 di seluruh Prancis, para pekerja bersatu menentang rencana pemerintah untuk menaikkan usia pensiun menjadi 64 tahun.

Ratusan ribu demonstran kembali turun ke jalan untuk menolak reformasi pensiunan yang diagendakan pemerintah Prancis tersebut.

Hal tersebut memiciu keributan hampir dua minggu pemogokan dan terjadinya pemogokan pada mobilitas transportasi di beberapa wilayah di Prancis.

Baca Juga: Mahkamah Agung India Abaikan Permintaan Warga, UU Antimuslim Tetap Berlaku

Melalui aksi demonstran tersebut, membuat menara Eiffel terpaksa harus ditutup. Polisi di Paris bahkan membarikade istana Presiden Elysee, dan bersiap menghadapi kekerasan oleh aktivis rompi kuning atau demonstran radikal lainnya.

Untuk membuat suasana lebih kondusif, polisi harus menembakkan gas air mata ketika demonstran melemparkan proyektil ke arah mereka. Sebanyak 30 orang terduga pelemparan tersebut sudah ditangkap di Paris.

Serikat Umum Buruh Prancis (CGT) mengatakan pekerja listrik yang turut menjadi demonstran telah memutuskan aliran listrik sebanyak 90 rumah pada malam sebelumnya.

Diduga bahwa aksi pemogokan para buruh akan belanjut tanpa henti hingga Hari Raya Natal tiba, kecuali jika pemerintah Prancis menanggapi tuntuan reformasi pensiun yang telah ditetapkan.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: AP News

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X