Sabtu, 25 Januari 2020

Identik dengan Yakuza, Bocah 10 Tahun Asal Jepang Justru Jadi Seniman Tato

- 14 Desember 2019, 19:42 WIB
Noko Nishikagi, bocah 10 tahun asal Jepang yang jago bikin tato.* /INSTAGRAM

PIKIRAN RAKYAT - Tato adalah sebuah tanda atau gambar yang dibuat dengan memasukkan warna atau pigmen ke dalam kulit.

Dulu, orang yang memiliki tato ditubuhnya dianggap orang yang jahat atau memberi kesan negatif untuk lingkungan disekitarnya.

Tato identik dengan preman atau orang-orang yang sering berurusan dengan kriminal. Banyak orang yang menato tubuhnya agar lebih ditakuti orang-orang yang akan berhadapan dengannya.

Baca Juga: Mesut Ozil Kecam Penindasan Muslim Uighur, Di Mana Peran Negara Muslim Termasuk Indonesia?

Tato yang dibuat biasanya gambar-gambar seperti tengkorak, jangkar, simbol agama, bunga, galaksi, dan lain sebagainya.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari VICE Asia, ada bocah asal Jepang yang tertarik untuk menekuni seni tato yang selalu ia bagikan di akun instagramnya, @noko_tattoo.

Diketahui, nama bocah asal Jepang tersebut adalah Noko Nishikagi. Impiannya menjadi seniman tato tak membuat kesan buruk di lingkungan masyarakat tempat ia tinggal.

Baca Juga: Bekasi Direncanakan Akan Punya Japan Town, Kawasan Berorientasi Transit

Noko menekuni dan belajar seni tato sejak usianya menginjak 6 tahun. Ia belajar menato dari ayahnya, Gakkin, yang dikenal sebagai seniman tato terkenal di Jepang.

Awalnya, Noko sering menggambar berwarna karena menonton serial anime Pretty Cure, sekarang ia lebih menyukai warna hitam seperti tato yang ia buat.

“Ayah ibu mendukungku untuk terus menggambar dan menato. Dari situlah aku mulai (menjadi seniman tato). Benar-benar menyenangkan." ucap Noko.

Baca Juga: Dewan Pengawas Tak Akan Ubah Nasib KPK yang Sudah Mati Suri

Noko membuka konvensi tato pertamanya di Singapura, dan banyak bookingan serta klien dari seluruh Eropa. Namun, Noko masih sekolah dan baru bisa menerima jasa tato di Studio Gakkin setiap Sabtu.

Walaupun tato masih dianggap sebelah mata di Jepang, dan dikaitkan dengan Yakuza serta dicap buruk. Para seniman tato juga kurang mendapat perlindungan, sehigga polisi setempat selalu mengamankan siapa saja yang membuka jasa tato tanpa izin medis.

"Di Jepang, orang bertato dianggap jahat, padahal ada guru dan dokter yang punya tato. Aku juga mau tatoan, tapi aku senang berenang di pemandian air panas, dan orang bertato gak boleh masuk kesana." ucap Noko.

Baca Juga: Jumanji: The Next Level Rajai Puncak Box Office, Sudah Kantongi 35 Juta Dollar AS

Diskriminasi sering terjadi kala orang yang bertato di Jepang dilarang mengunjungi tempat-tempat umum, seperti pemandian air panas.

Kini, setelah ia pindah dari Osaka, ia tinggal di Amsterdam bersama keluarganya sejak tahun 2016.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X