Kamis, 20 Februari 2020

Mesut Ozil Kecam Penindasan Muslim Uighur, Di Mana Peran Negara Muslim Termasuk Indonesia?

- 14 Desember 2019, 19:28 WIB
Mesut Ozil.* /ISTIMEWA

PIKIRAN RAKYAT - Winger andalan Arsenal, Mesut Ozil, mengecam penindasan yang diperbuat pemerintah Tiongkok terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Dia juga mengkritik negara-negara muslim yang seolah bungkam.

"Al-quran dibakar, masjid-masjid ditutup. Sekolah madrasah dilarang, cendekiawan muslim dibunuh satu per satu. Saudara-saudaraku dipaksa masuk ke dalam kamp. Pria China dimasukkan ke dalam keluarga (Uighur). Saudari-saudariku dipaksa menikah dengan pria-pria China," tutur Ozil yang Pikiran-Rakyat.com kutip dari The Guardian.

"Namun, umat Muhammad hanya diam, tidak menyatakan keberatan apa pun. Umat muslim lain tidak mendukung, Tidakkah mereka tahu bahwa membiarkan penindasan adalah bentuk dari penindasan itu sendiri?," tambahan kicaunya yang mengkritisi negara-negara muslim via Instagram dan Twitter.

Baca Juga: Dewan Pengawas Tak Akan Ubah Nasib KPK yang Sudah Mati Suri

Tiongkok memang tengah jadi sorotan dunia. Teranyar, lebih dari 20 duta besar PBB mengirim surat kepada Dewan HAM di Jenewa yang berisi kecaman atas penindasan Tiongkok terhadap muslim Uighur.

Mereka mendesak Tiongkok untuk menghentikan penahanan warga etnis minoritas itu dan memberi mereka akses seluas-luasnya ke Xinjiang.

Pemerintah Tiongkok memang sudah seharunya dikecam. Karena menurut Laporan Amnesti Internasional, sekurang-kurangya ada satu juta Muslim Uighur dijebloskan ke kamp.

Twitter Mesut Ozil soal penindasan muslim Uighur.*
Twitter Mesut Ozil soal penindasan muslim Uighur.*


"Kami menemukan bahwa ada satu juta etnis Uighur yang dimasukkan ke dalam kamp indoktrinasi politik," kata Ketua Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, sebagaimana dikutip dari Antara.

Usman menambahkan, mereka yang dimasukkan ke dalam kamp itu dituduh sebagai ekstremis, tapi tidak ada bukti-bukti yang ditemukan.

Namun Tiongkok sendiri menampik kebedaraan kamp tersebut. Justru, mereka klaim tengah mendidik muslim Uighur dengan mendirikan sekolah kejuruan yang bertujuan untuk membendung radikalisme.

Baca Juga: Donald Trump Akan Jadi Presiden Ketiga yang Dimakzulkan Sepanjang Sejarah Amerika Serikat?

Sebagaimana yang Pikiran-Rakyat.com kutip dari BBC, Menteri Luar Negeri, Yang Jiechi, bahkan klaim muslim Uighur hidup damai dan baik-baik saja.

"Semua orang bisa melihat semua Muslim uighur di Xinjiang hidup dalam keadaan damai. Mereka menikmati hidup penuh kemajuan," katanya.

Sementara itu, langkah konkrit negara-negara muslim untuk muslim Uighur belum-lah nampak, termasuk Indonesia.

Hal itu menjadi ironi bila mengingat Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia.*** 


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X