Kamis, 23 Januari 2020

Tengkorak Asmat Dijual di Instagram, Peneliti Arkeologi Papua: Diperoleh Secara Ilegal

- 14 Desember 2019, 16:59 WIB
ILUSTRASI Tengkorak Mumi Mesir /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Sebagai media sosial yang sering digunakan untuk berjualan, instagram tidak hanya digunakan untuk menjual barang legal, tetapi juga berjualan barang yang ilegal seperti benda cagar budaya.

Salah satunya ialah tengkorak asal Asmat dan Patung Korwar yang tiba-tiba muncul di sebuah akun instagram penjual barang-barang antik.

Postingan yang diunggah @rootz.gallery pada 12 Oktober ini memajang gambar sebuah ukiran silider dengan tengkorak di dalamnya.

Baca Juga: Ancam Kehidupan Hiu Paus, Gerakan Kurangi Sampah Plastik di Laut Terus Didorong

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun melengkapi foto dengan caption 'Korwar from Geelvinkbaai'.

Postingan tersebut baru dipermasalahkan setelah seorang peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan bahwa benda tersebut merupakan benda budaya yang diperjualbelikan secara Ilegal.

"Orang Belanda menyebut Teluk Cenderawasih dengan istilah Geelvinbaii yang dijual secara online di Belanda yaitu Rootz Gallery dengan akun instagram @rootz.gallery yang didapatkan secara ilegal," kata Suroto dikutip Pikiran-Rakyat.com dari ANTARA

Ia menjelaskan bahwa tengkorak tersebut tentu tidak akan memiliki bukti jual-beli yang diakui negara maupun pelepasan yang diakui hukum adat ataupun surat resmi lainnya.

Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, Perlindungan Hiu Paus Perlu Kerjasama Antarnegara

Dengan begitu, benda budaya yang dijual di Eropa tersebut dianggap ilegal dan harus segera dikembalikan ke Papua karena secara kemanusiaan tengkorak itu merupakan tengkorak orang-orang Papua.

Halaman:

Editor: Alza Ahdira

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X