Selasa, 28 Januari 2020

Presiden AS Donald Trump Ngamuk Bank Dunia Beri Utang ke Tiongkok: Terlalu Kaya untuk Rp 21T

- 9 Desember 2019, 15:19 WIB
Donald Trump /Instagram.com/@realdonalodtrump

PIKIRAN RAKYAT (PR) - Donald Trump memperingati Bank Dunia untuk berhenti memberikan pinjaman piutang ke Tiongkok sehari setelah Bank Dunia menerima rencana pinjaman meskipun Washington keberatan.

Melansir dari The Guardian bahwa Bank Dunia menerima rencana kredit Tiongkok dengan pinjaman berbunga rendah. Negara itu akan mendapat pinjaman berbunga rendah dari Bank Dunia sebesar 1 miliar dollar amerika atau setara Rp 14 triliun hingga 1,5 miliar dollar amerika atau setara dengan Rp 21 triliun per tahun hingga Juni 2015.

"Kenapa Bank Dunia meminjamkan uang ke Tiongkok? Mungkinkah itu mungkin? Tiongkok punya banyak uang, dan kalaupun tidak, mereka bisa buat sendiri. STOP!," tulis Trump di Twitternya pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Baca Juga: Arab Saudi Sudah Beri Izin Pria dan Wanita Makan Bersama di Restoran

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Muchin juga menyetujui hal tersebut. Muchin mengatakan bahwa Tiongkok terlalu kaya untuk menerima pinjaman internasional sebesar itu. Apalagi Tiongkok sudah meminjamkan ratusan miliar dollar dananya untuk negara miskin.

Persaingan kemajuan ekonomi di antara keduanya semakin sengit. Perang dagang antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu itu semakin memanas dari awal tahun 2018 lalu dan menerapkan tarif hingga ratusan miliar dollar terhadap barang satu sama lain.

Bahkan anggota parlemen AS pun mengungkapkan bahwa dengan pinjaman dana yang diberikan Bank Dunia terhadap Tiongkok akan menciptakan persaingan ekonomi yang tidak adil dan terciptanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hal tersebut justru dinilai akan menciptakan masalah baru.

Baca Juga: Langka, Amerika Serikat dan Iran Lakukan Pertukaran Tahanan

Namun, utang yang Tiongkok ajukan ke Bank Dunia ini bukanlah pinjaman yang pertama yang pernah dilakukan negara tersebut. Sebelumnya, Negeri Tirai Bambu juga pernah mendapat utangan senilai 1,3 miliar dollar amerika pada awal 2019 dan 2,4 miliar dollar amerika di 2017 lalu.

Bank yang dipimpin oleh mantan pejabat Departemen Keuangan AS David Malpass mengatakan bahwa pinjaman ke Tiongkok sudah turun tajam dan akan terus dikurangi.

Halaman:

Editor: Alza Ahdira

Sumber: The Guardian

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X