Minggu, 8 Desember 2019

Sebelum Tewas dalam Truk Kontainer, Korban Kirim SMS Sulit Bernapas

- 27 Oktober 2019, 17:43 WIB
POLISI terlihat di lokasi di mana mayat-mayat ditemukan di sebuah wadah truk, di Grays, Essex, Inggris 23 Oktober 2019.*/PETER NICHOLLS/REUTERS

LONDON, (PR).- Mayoritas dari 39 orang yang ditemukan tewas di sebuah truk di dekat London, diduga berasal dari Vietnam. Seorang pemimpin komunitas dari pedesaan di Vietnam mengatakan kepada Reuters dan dilansir VOA pada hari Sabtu 26 Oktober 2019.

Jenazah yang terdiri dari 38 orang dewasa dan satu remaja tersebut ditemukan pada hari Rabu, sekitar 32 km timur London.

Polisi sebelumnya menyakini mayat-mayat tersebut berasal dari Tiongkok. Namun Beijing mengatakan kewarnegaraan jasad-jasad tersebut belum dapat dikonfirmasikan. Pejabat Tiongkok dan Vietnam saat ini bekerja sama dengan polisi Inggris, kata kedutaan masing-masing.

Pastor Anthony Dang Huu Nam, seorang imam Katolik di kota terpencil Yen Thanh di provinsi Nghe An, 300 km selatan Hanoi, mengatakan ia berhubungan dengan anggota keluarga para korban.

"Seluruh distrik diliputi kesedihan," kata Nam. "Saya masih mengumpulkan detail kontak untuk semua keluarga korban, dan akan mengadakan upacara untuk berdoa bagi mereka malam ini," tambahnya.

Nam mengatakan keluarga mengatakan kepadanya bahwa mereka mengetahui kerabatnya bepergian ke Inggris pada saat itu. Namun mereka tidak dapat menghubunginya.

Kementerian Luar Negeri Vietnam menyatakan, pihaknya telah memerintahkan Kedutaan London untuk membantu polisi Inggris dalam mengidentifikasi korban. Kementerian tidak menanggapi masalah kewarganegaraan para jasad tersebut.

Nghe An adalah salah satu provinsi termiskin di Vietnam, dan rumah bagi banyak korban perdagangan manusia yang berakhir di Eropa, menurut laporan Pacific Links Foundation yang dirilis pada bulan Maret. Pacific Links Foundation adalah sebuah organisasi anti-perdagangan manusia yang berbasis di AS.

Salah satu korban yang dicurigai dari Ha Tinh, Pham Thi Tra My, 26 tahun, telah mengirim pesan pendek (SMS) kepada ibunya mengatakan bahwa dia tidak dapat bernapas pada saat kontainer truk sedang dalam perjalanan dari Belgia ke Inggris.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X