Senin, 9 Desember 2019

Film Feminis Picu Ketegangan di Korea Selatan

- 26 Oktober 2019, 19:03 WIB
Aktris Jung Yu-mi, yang berperan sebagai pemeran utama, mendapat ribuan komentar kebencian di Instagram-nya saat bermain di film Kim Ji-young.*/BBC

SEBUAH  film adaptasi dari novel terlaris yang mengangkat isu seksisme di Korea Selatan (Korsel), telah dirilis pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 lalu. Novel yang berjudul Kim Ji-young, Born 1982 diterbitkan pada 2016 dan berhasil terjual lebih dari satu juta kopi.

Buku ini menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan berusia 30 tahunan sebagai seorang pekerja sekaligus ibu rumah tangga. Kehidupannya tidak berjalan mulus karena ia harus mengalami diskriminasi gender dari lingkungan sekitarnya

Buku ini dianggap sebagai salah satu novel feminis terpenting di Korea. Namun, di waktu yang sama, buku ini juga memicu kemarahan para anti-feminis di negara tersebut. Dengan dirilisnya film adaptasi dari buku tersebut, perdebatan muncul kembali ke permukaan.

Kim Ji-young adalah salah satu nama yang paling umum digunakan sebagai simbolisasi wanita Korea.

Dalam buku ini, Cho Nam-joo, sang penulis menceritakan kisah Kim Ji-young sejak ia lahir hingga menjadi ibu dari sudut pandang psikiater. Ketika Ji-young dilahirkan dalam keluarga patriarki, ibunya justru meminta maaf kepada mertuanya karena telah melahirkan anak perempuan. Seiring tumbuh dewasa, ia menerima perlakuan tidak adil dari lingkungan sekitarnya hanya karena ia adalah seorang perempuan.

Meskipun Korea Selatan merupakan salah satu negara paling maju di Asia secara ekonomi, negara ini masih sangat konservatif secara sosial. Misalnya saja, setiap penyanyi dan aktris yang mengaku membaca buku ini akan langsung mendapat serangan dan ujaran kebencian secara daring.

Menurut kritikus, buku kontroversial ini menyajikan pandangan yang menyimpang, sangat subjektif, dan membuat generalisasi negatif terhadap kaum pria. Karakter pria digambarkan sebagai seorang yang mendukung diskriminasi terhadap perempuan. Kritikus juga berpendapat bahwa buku ini semakin memperparah konflik antar gender.

Ketika buku ini diadaptasi ke layar lebar, perdebatan kembali muncul. Aktris Jung Yu-mi, yang berperan sebagai pemeran utama, mendapat ribuan komentar kebencian di Instagram-nya. Tidak hanya itu, sebuah petisi dibuat untuk melarang perilisan film tersebut. Banyak juga memberi peringkat buruk, bahkan sebelum film tersebut dirilis.

Ketika ditanya mengapa novel itu sangat menggambarkan wanita Korea, Lee Na-young, profesor sosiologi di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan kepada BBC bahwa novel ini dirilis pada waktu yang tepat.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X