Sabtu, 30 Mei 2020

Katakombe, Kuburan Bawah Tanah yang Mewah Lengkap dengan Lift

- 23 Oktober 2019, 02:20 WIB
ISRAEL merangcang kompleks kuburan Katakombe yang berada di bawah tanah.*/THE GUARDIAN

UDARA sejuk pegunungan berembus di sepanjang lorong bawah tanah yang berliku. Deretan lubang seukuran badan manusia berjajar sepanjang dinding lorong tersebut. Lorong ini adalah suatu katakombe atau tempat pemakaman yang sengaja dibangun di bawah kota Yerusalem.

Tempat pemakaman ini bukanlah situs peninggalan kekaisaran Romawi. Melainkan, sebuah proyek besar yang melibatkan mesin penggali listrik dan beton untuk melapisi sepanjang dinding lorong. Untuk masuk ke dalamnya, pengunjung dapat menggunakan lift. Fasilitas lain seperti mobil golf juga disediakan bagi para pengunjung untuk mengelilingi area pemakaman.

Kota Yerusalem tengah menghadapi krisis kekurangan tanah. Akhir bulan Oktober ini, pemerintah berencana untuk menghidupkan kembali tradisi kuno yaitu membangun pemakaman di bawah tanah. Sejak proyek dimulai empat tahun lalu, terowongan sepanjang satu mil telah digali melewati lereng bukit untuk menampung sekitar 23.000 mayat di dalamnya.

"Ini adalah pemakaman bawah tanah pertama di era modern," kata Adi Alphandary, pemimpin proyek dan kepala perusahaan konstruksi Israel di Rolzur. Perusahaan ini khusus melayani penggalian terowongan bawah tanah, biasanya untuk jalur kereta api atau jalan raya. Ia mengaku kliennya kini memiliki banyak permintaan yang berkaitan dengan spiritualisme.

Aturan ketat

Masyarakat Kehillat Yerushalayim, komunitas terbesar yang mengawasi pemakaman Yahudi di Yerusalem menyumbang dana sebesar £ 45 juta (Rp 825 miliar) untuk proyek tersebut. Mereka menetapkan beberapa aturan ketat yang harus ditaati, salah satunya adalah larangan kremasi. Proses penguburan lebih dianjurkan karena fisik jenazah dipercaya terhubung langsung dengan bumi dan kembali ke tanah.

Oleh karena itu, Rolzur menyiapkan lubang makam di dinding dan lantai yang bersentuhan langsung dengan bumi. Meskipun dinding lorong dilapisi beton, mereka meastikan untuk membuat lubang di setiap sisinya agar jenazah terhubung langsung dengan bebatuan dasar.

Berjalan sepanjang lorong dengan helm proyek dan rompi keselamatan, Alphandary mengaku kepada The Guardian bahwa tantangan terbesar untuk proyek ini adalah merancang suasana makam setenang mungkin.

Penerangan area makam berasal dari lampu LED yang dipasang sepanjang langit-langit lorong setinggi 15 meter. Setiap lampu dapat menyinari sembilan tingkatan makam di dalamnya. Satu-satunya dekorasi berwarna yang dipasang di terowongan ini adalah lampu kaca patri raksasa karya seniman Yvelle Gabriel dari Jerman.

8.000 kuburan

Pada peresmiannya tanggal 30 Oktober 2019 nanti, pemakaman ini akan membuka sepertiga bagian dari seluruh komplek. Sekitar 8.000 kuburan di area ini sudah siap digunakan, sementara itu area lain pemakaman masih dalam proses penggalian. Rencananya, proses pemakaman di terowongan ini bisa dimulai pada bulan November. Minggu ini, para pekerja bergegas untuk memasang pipa ventilasi berdiameter 2 meter menjelang peresmiannya.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X