Selasa, 25 Februari 2020

Untuk Penerbangan 20 Jam Tanpa Henti, Ini yang Perlu Diketahui Penumpang Pesawat

- 21 Oktober 2019, 12:49 WIB
ILUSTRASI pesawat terbang.*/DOK. PR

PENERBANGAN nonstop dengan rute terpanjang dari Australia ke London dan New York akan segera terealisasikan. Sebagai persiapan, maskapai dari Australia bernama Qantas melakukan penerbangan uji coba pada hari Jumat 18 Oktober 2019 waktu setempat

Dalam uji coba pertama ini, para peneliti memantau bagaimana tubuh manusia beradaptasi dengan perjalanan udara tanpa henti selama 19 hingga 20 jam.

Pesawat yang digunakan untuk uji coba perdana adalah pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Pesawat ini berangkat dari New York pada 18 Oktober dan dijadwalkan tiba di Sydney pada Minggu 20 Oktober 2019 pagi waktu setempat.

Pesawat ini mengangkut sekitar 40 hingga 50 penumpang, termasuk pilot, kru kabin, ilmuwan dan ahli medis. Tidak hanya kru Qantas, enam penumpang Frequent Flyer maskapai Qantas akan ikut serta dalam penerbangan uji coba ini.

Sebelumnya, Qantas mengumumkan bahwa rute penerbangan langsung dari tiga kota besar di Australia menuju London dan New York akan dibuka pada tahun 2023 mendatang.

Bjorn Fehrm, seorang analis aeronautika dan ekonomi di Leeham News, mengatakan kepada CNN Travel bahwa penerbangan jarak jauh terasa menarik bagi para penumpang.

Penerbangan jarak jauh terasa menarik bagi sebagian penumpang karena mereka tidak perlu transit, tidak perlu repot mengurus dokumen imigrasi dan ganti pesawat. Bjorn Fehrm, seorang analis aeronautika dan ekonomi di Leeham News, menambahkan, “Anda dapat beristirahat sepanjang perjalanan. Keesokan harinya Anda sampai dan langsung bisa memulai hari yang produktif.”

Tiket untuk penerbangan selama 19 jam ini rencananya dibandrol dengan harga yang lebih mahal, terutama bagi para wisatawan. “Pesawat yang melakukan transit memang lebih murah. Namun, ada juga penumpang yang siap membayar harga ekstra untuk naik pesawat yang langsung tiba ke tempat tujuan,” jelas Fehrm seperti dilansir CNN.

Uji coba kedua

Penerbangan uji coba berikutnya akan dilakukan pada bulan November 2019. Rute penerbangan dimulai dari London ke Sydney. Sementara itu, uji coba ketiga dijadwalkan terbang sebelum akhir tahun, dari New York ke London. Setelah penerbangan uji coba, pesawat akan mulai melayani penerbangan komersial.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X