Teknologi Mentransformasi Layanan Kesehatan di Afrika

- 19 Oktober 2019, 18:35 WIB
Drone Zipline mengangkut muatan medis untuk pasien di Afrika. Pada bulan Mei 2019 lalu, Layanan Darah Nasional Afrika Selatan (SANBS) mulai menggunakan drone untuk mengangkut stok darah bagi wanita melahirkan.*/CNN

BERDASARKAN data bank dunia, kawasan Afrika Sub-Sahara rata-rata memiliki layanan kesehatan terburuk di dunia. Sekitar 25 persen dari jumlah kasus kematian dan disabilitas di seluruh dunia dialami oleh masyarakat di sana. Ironisnya, dunia hanya menyumbang 1 persen aliran dana kesehatan dan 3 persen pekerja kesehatan di Afrika

Infrastruktur yang buruk membuat akses ke perawatan medis yang paling dasar pun menjadi sulit. Untungnya, teknologi terbaru dapat menangani permasalahan ini. Drone, aplikasi handphone dan loker otomatis dapat menyediakan obat-obatan vital bagi banyak orang di Afrika.

Pada bulan Mei 2019 lalu, Layanan Darah Nasional Afrika Selatan (SANBS) mulai menggunakan drone untuk mengangkut stok darah bagi wanita melahirkan. Menurut Amit Singh, Kepala Pengendali drone, upaya ini juga bisa mengurangi tingkat kematian wanita saat melahirkan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 295.000 wanita di seluruh dunia meninggal akibat gangguan kehamilan dan persalinan di tahun 2017. Sekitar dua pertiga diantaranya dialami oleh para wanita di Afrika sub-Sahara.

"Sebagian besar disebabkan oleh lambatnya penyediaan stok darah bagi pasien. Transportasi tradisional sangat lambat karena infrastruktur jalan yang buruk dan jarak tempuh yang sangat jauh,” kata Singh kepada CNN Business, Kamis, 17 Oktober 2019 waktu setempat. 

Layanan drone dapat mengatasi masalah ini, meskipun masih menjalani rangkaian tes dengan Otoritas Penerbangan Sipil. Pesawat nirawak dapat bertahan dalam kondisi cuaca apa pun, dan hanya membutuhkan permukaan datar seluas lima meter persegi untuk mendarat. Tentunya, ini jauh lebih kecil daripada landasan helikopter.

Rencana SANBS ini menyusul keberhasilan Zipline, sebuah perusahaan rintisan California yang menyalurkan darah dan vaksin ke wilayah terpencil Rwanda pada tahun 2016. Pada bulan April, Zipline memperluas operasinya ke Ghana. Mereka mengaku sudah melayani 13 juta orang di seluruh dunia.

Pemesanan lewat aplikasi

Cara kerja drone ini dimulai dengan pemesanan melalui aplikasi. Setelah diproses, produk medis yang tersimpan di pusat distribusi Zipline dikemas dan diterbangkan dengan drone dalam waktu 30 menit ke tempat tujuan. Selanjutnya, produk medis akan diterjunkan dari langit dengan parasut.

"Layanan pengiriman kami yang tepat waktu dan instan dapat mengurangi waktu pengiriman dari beberapa jam atau hari menjadi beberapa menit," kata Naa Adorkor Yawson, seorang eksekutif di Zipline, Ghana.

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X