Jumat, 13 Desember 2019

Pertunjukan Kunang-kunang Menarik Wisatawan ke Desa Maharashta

- 13 Oktober 2019, 10:31 WIB
KEINDAHAN alam Desa Maharashta menarik wisatawan berkunjung ke sana.*/THE GUARDIAN

DATTAA Kondar memandu sekelompok wisatawan kota menyusuri jalanan di desa Maharashta untuk menyaksikan pertunjukan kunang-kunang yang sangat terkenal di sana. Musim hujan dimulai pada bulan Juni, alhasil ribuan kunang-kunang mulai bermunculan saat senja. Cahaya yang berpendar dari tubuh kunang-kunang merupakan suatu isyarat untuk menarik lawan jenisnya. Fenomena ini menciptakan pertunjukan cahaya yang memikat.

Menjadi pemandu wisata sebenarnya bukan cita-cita Kondar (36). Di tahun 2003, seperti masyarakat India lainnya, ia datang ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun, Kodar tidak sanggup menghadapi realita kerasnya hidup di kota Mumbai. Ia bertahan selama setahun sebelum akhirnya kembali lagi ke desanya di Purushwadi.

“Saya lebih baik dapat penghasilan 5.000 rupee (Rp 1 juta) di desa dibandingkan dapat 15.000 rupee (Rp 15 juta) di kota,” katanya seperti dilansir The Guardian akhir pekan lalu.

Sekembalinya ke desa, Kondar direkrut oleh sebuah perusahaan sosial yang bergerak di bidang pariwisata berbasis masyarakat bernama Grassroutes. Perusahaan ini dirintis oleh seorang pengusaha Mumbai bernama Inir Pinheiro. Grassroutes bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk desa yang bermigrasi ke kota besar untuk mencari pekerjaan  Hampir dua pertiga populasi masyarakat India tinggal di daerah pedesaan.

“Fokus utama kami adalah untuk memberdayakan masyarakat pendesaan. Selain itu, kami juga ingin menghargai keragaman budaya di India,” ujar Pinheiro. Saat ini, sekitar 900 keluarga dari 16 desa di Maharashtra, Andhra Pradesh, Madhya Pradesh dan Gujarat ikut serta dalam program Grassroutes.

Hampir 95% wisatawan yang datang ke desa berasal dari kota besar di India. “Terdapat kesenjangan besar antara masyarakat desa dan kota. Kami ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyiapkan rumah penduduk lokal sebagai tempat tinggal sementara bagi wisatawan kota. Kami berharap interaksi ini dapat menumbuhkan pemahaman tentang sisi lain kehidupan,” terang Pinheiro.

Begitu panchayat (kepala desa) menyetujui program ini, masyarakat desa diperkenalkan dengan berbagai aspek penting dalam industri pariwisata. Aspek tersebut diantaranya adalah keramahtamahan, komunikasi, kebersihan dan kerapian, serta prosedur keselamatan. Mereka diajarkan untuk menampilkan budaya, gaya hidup, dan keindahan alam desanya. Setelah pelatihan selesai, Grassroutes akan mempromosikan desa tersebut dan mulai menerima kunjungan dari para wisatawan.

Penduduk desa digaji setiap dua minggu sekali agar mereka mendapat aliran dana yang stabil untuk membayar tagihan dan menghindari utang. Selain itu, Grassroutes akan menyalurkan dana di setiap kunjungan untuk pembangunan desa, seperti mendirikan aula dan beasiswa bagi siswa di desa setempat.

Para wisatawan bisa tinggal di rumah penduduk selama sehari atau lebih. “Kami menyediakan 8.000 hingga 9.000 hari kerja bagi setiap desa per tahunnya,” tambah Pinheiro, seperti dikutip The Guardian.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X