Senin, 24 Februari 2020

Penurunan Populasi Ancam Perekonomian Seoul

- 9 Oktober 2019, 08:16 WIB
WARGA bermain di aliran Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.*/AFP

KOTA Seoul, ibukota Korea Selatan, tak pernah terkesan sebagai kota yang sepi penduduk. Di setiap bloknya, terdapat gedung komersial dan apartemen yang dibangun tinggi menjulang. Jalanan kota pun dipadati berbagai kendaraan dari pagi hingga malam sehingga menjadi pemandangan yang sudah biasa.

Akan tetapi, di balik kesan ramai dan padat, pembuat kebijakan justru harus bergelut dengan fakta bahwa populasi penduduk Seoul semakin menurun. Tercatat, lebih banyak orang meninggal daripada angka kelahiran.

Dilansir laman Channel News Asia, Selasa, 8 Oktober 2019, pada tahun 2010, populasi penduduk Seoul mencapai angka tertinggi yaitu 10,5 juta orang. Akan tetapi, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah penduduk diprediksi akan menurun hingga kurang dari 10 juta penduduk sehingga Seoul bisa saja kehilangan statusnya sebagai kota megapolis.

Penurunan populasi tersebut bertolak belakang dengan upaya pemerintah Seoul dalam mempresentasikan kota ini sebagai tempat yang dinamis dan nyaman untuk dikunjungi maupun ditempati. Pemerinta telah menambah berbagai fasilitas dan atraksi, serta berinvestasi besar-besaran untuk menjadikan Seoul sebagai pusat industri musik K-pop.

Akan tetapi, masalah lain yang dihadapi adalah jumlah penduduk lansia yang lebih banyak dibandingkan penduduk berusia muda. Selama bertahun-tahun, penduduk yang tinggal di negara maju cenderung memiliki umur panjang, tetapi hanya memiliki sedikit anak.

Pemerintah setempat mulai berupaya untuk mendorong angka kelahiran, di antaranya dengan menyediakan fasilitas pengasuh anak gratis dan memberikan cuti wajib bagi para orang tua. Upaya tersebut belum memberikan perubahan yang signifikan. Menurut data statistik yang dirilis bulan lalu, tingkat kelahiran di Korea Selatan justru mencapai rekor terendah.

Penurunan populasi jadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi

Menurut analisis dari International Monetary Fund, banyaknya penduduk lansia dapat menaikkan anggaran untuk dana pensiun dan layanan kesehatan. Namun, pemerintah Korea Selatan melihat perubahan ini sebagai ancaman bagi pertumbuhan ekonomi.

Ekonom Amerika, Paul Krugman, menyatakan bahwa pertumbuhan populasi yang lebih lambat seharusnya menjadi sesuatu yang baik. Tetapi, untuk mendapat keuntungan dari kondisi tersebut, harus ada kebijakan yang tidak lazim. Jika pertumbuhan ekonomi terhenti karena penurunan populasi, maka investasi baru akan berkurang.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X