Jumat, 28 Februari 2020

Sequoia, Pohon Tertua di Dunia yang Terancam Punah

- 7 Oktober 2019, 23:55 WIB
POHON sequoia di Sequoia National Park, Sierra Nevada, California.*/THE GUARDIAN

SEBAGIAN besar manusia memiliki banyak pengalaman hidup, seperti halnya pohon raksasa tertua yang bernama Sequoia. Berevolusi sejak zaman Dinosaurus, pohon Sequoia yang tumbuh di sepanjang pegunungan Sierra kini mencapai usia ribuan tahun.

Dengan kata lain, pohon ini menjadi saksi hidup ketika berbagai peristiwa besar terjadi. Dimulai dari jatuhnya kekaisaran Romawi hingga kemunculan diva Beyoncé.

Saat ini, eksistensi pohon Sequoia terancam punah akibat maraknya penebangan hutan, krisis iklim, serta kebakaran hutan yang semakin sering terjadi. Kini hanya tersisa beberapa pohon Sequoia yang tumbuh di 37 hutan kecil di Sierra. Sebagian besarnya tumbuh di  Taman Nasional Sequoia, yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara untuk melihat pohon terbesar di dunia ini.

Akan tetapi, tidak semua pohon Sequoia berada dalam perlindungan khusus seperti halnya di taman nasional. Demi melindungi masa depan spesies ini, organisasi konservasi alam sepakat untuk mengambil alih hutan Sequoia terbesar yang dimiliki oleh keluarga Rouch.

Kesepakatan ini disetujui setelah organisasi Save the Redwoonds dan pemilik hutan berdiskusi selama dua dekade lamanya. Keluarga Rouch adalah pemilik hutan Alder Creek. Tanah seluas 530 hektar ini mereka miliki sejak perang dunia kedua. Selain pohon Sequoia, Alder Creek juga merupakan rumah bagi pohon Stagg, pohon terbesar kelima di dunia.

Upaya konservasi

Keluarga Rouch menjual hutan tersebut seharga 15 juta dolar. Setelah kepemilikan diambil alih, pihak konservasi alam akan bekerja sama dengan ahli ekologi untuk melindungi pohon Sequoia dari efek pemanasan global.

“Hutan ini benar-benar sangat tua, dan kini kami diberi kesempatan untuk memperbaiki dan melindunginya,” ucap Sam Hodder, pimpinan organisasi Save the Redwoods.

Meskipun pohon Sequoia mampu beradaptasi dengan perubahan suhu, ancaman terbesar bagi spesies ini adalah kekeringan dan kebakaran hutan.

Ironisnya, usaha manusia selama bertahun-tahun untuk menemukan solusi atas kebakaran hutan terbilang sia-sia, sebab masalahnya justru semakin parah.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X