Sabtu, 14 Desember 2019

Microsleep Bisa Sebabkan Kematian

- 3 Oktober 2019, 17:22 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

TERTIDUR saat berkendara memiliki konsekuensi yang mengerikan tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan siapa saja yang berisiko dan apa yang menyebabkannya.

Kurang tidur dikombinasikan dengan perjalanan jarak jauh adalah penyebab umum kecelakaan truk.

Sebuah laporan terbaru yang dilansir laman Deutsche Welle (DW), Kamis, 3 Oktober 2019, menunjukkan bahwa pengemudi truk di seluruh Eropa cenderung menderita obstructive sleep apnea (OSA). OSA merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas selama sesaat. Akibatnya, para pengemudi tidak mendapat waktu tidur yang cukup dan menjalani sebagian besar harinya menyusuri jalan raya.

Obesitas adalah faktor terbesar munculnya OSA. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh European Lung Foundation, lebih dari 70% partisipan memiliki berat badan yang berlebih sebagai akibat dari gangguan OSA.

Penyempitan pada saluran tenggorokan mengganggu pernapasan normal saat tidur. Siklus tidur seseorang dapat terganggu, karena di saat yang sama tubuh melepaskan hormon adrenalin dan menaikkan denyut nadi. Mendengkur menjadi salah satu gejala OSA.

OSA menyebabkan tidur tidak nyenyak dan pola tidur tidak teratur. Akibatnya, seseorang akan mudah lelah dan mengalami microsleep (fase tidur singkat)

"Microsleep sulit dideteksi," ujar Hans-Günter Weess, kepala departemen Sleep Medicie dari klinik Pfalzklinikum di Jerman barat.

Weess menambahkan gejala lain dari microsleep yaitu berkedip cepat, menguap, penglihatan kabur, dan lupa ingatan jangka pendek.

Masih dilansir laman DW, hasil penelitian dari pusat Intersom Cologne menunjukkan bahwa sekitar 30-50% kecelakaan di jalan raya di Jerman disebabkan oleh pengemudi truk yang tertidur sesaat saat berkendara.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X