Hormon Dalam Tulang Bantu Atasi Panik

- 16 September 2019, 12:10 WIB
KERANGKA tulang manusia.*/LIVESCIENCE

KERANGKA tubuh ternyata melakukan tugas lebih dari sekedar menahan bobot tubuh kita. Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan pekan lalu di jurnal Cell Metabolism, menunjukkan bahwa organ dari sistem rangka tubuh menjadi yang pertama akan merespon, dengan cara melawan bahkan lari ketika tubuh berada dalam bahaya. 

Seperti dilansir laman Pop Science, Dokter Ernestina Schipani yang juga merupakan profesor ilmu ortopedi dari University of Michigan menyebutkan bahwa ini adalah studi yang revolusioner.

Laporan tersebut, kata Schipani, benar-benar mengubah pemahaman manusia mengenai sistem saraf simpatik untuk respons "melawan atau lari", dengan menunjukkan bahwa fungsi tulang sangat penting.

Sebelumnya, Schipani dan komunitas ilmiah lainnya mengira itu adalah adrenalin, atau hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, menjadi hormon yang memulai perlawanan saat seseorang mengalami stress. Akan tetapi, menurut penelitian baru yang diuji coba pada tikus ini, respons dari stres akut tidak mungkin terjadi tanpa hormon yang disebut osteocalcin, yang diproduksi di dalam tulang.

Julian Berger,  kandidat PhD genetika di Columbia University dan penulis pertama penelitian tersebut, mengatakan bahwa ketika timnya menghambat produksi osteocalcin pada sejumlah tikus, dan kemudian memaparkan mereka pada stresor, yang berbau urin rubah, mereka tampaknya tidak mengalami gangguan secara tepat. "Ini hampir seperti seseorang merampokmu, tetapi kamu mengabaikannya dan hanya mengambil Snickers bar," katanya.

loading...

Satu dasarwarsa lalu

Publik mungkin akan terkejut ketika mengetahui bahwa tulang dapat menghasilkan hormon yang berdampak pada sistem saraf. Lebih dari satu dasawarsa lalu, para ilmuwan berpikir bahwa tulang pada dasarnya mirip dengan apa yang mereka lihat, yakni tulang sebagai tabung hampa yang terbuat dari kalsium yang dirancang untuk menahan seluruh tubuh kita. 

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian baru ini, sistem rangka kita sebenarnya dapat mengubah cara manusia bereaksi terhadap lingkungan di sekitar. 

Para peneliti tidak perlu mengungkap peran osteokrin ketika membuat kita diamputasi; mereka hanya berusaha mencari tahu kondisi tulang yang menghasilkan osteokrin tersebut. 

Apabila stres akut adalah pemicu utamanya, mereka memutuskan untuk menyelidiki dengan tepat bagian apa yang digunakan osteocalcin pada saat panik.

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X