Sabtu, 25 Januari 2020

Kota Tua Turki Ditenggelamkan, Rakyat Protes

- 13 September 2019, 18:47 WIB
HASANKEYF. kota tua dengan banyak gua di tepi Sungai Tigris.*/THE GUARDIAN

DIBUTUHKAN waktu sekitar 30 menit berkendara dari Kota Batman di Turki untuk mencapai kota bersejarah Hasankeyf. Kota ini berada di tepian Sungai Tigris sehingga terlihat seperti sebuah oasis dari kejauhan.

Hasankeyf telah berdiri sejak 12.000 tahun lalu dan merupakan salah satu pemukiman tertua di bumi yang masih dihuni oleh penduduk setempat. Disana terdapat ribuan gua, gereja dan makam.

Kabar buruknya, seperti dilaporkan The Guardian, Jumat, 13 September 2019, kota bersejarah ini sebentar lagi akan hilang. Sebagian besar pemukiman warga akan dibanjiri sebagai bagian dari proyek bendungan Ilisu yang kontroversial.

Konstruksi bendungan dan pembangkit listrik sudah dimulai sejak tahun 2006. Kini tinggal menunggu beberapa minggu lagi sebelum Hasankeyf dilenyapkan. Meskipun warga setempat dan para aktivis lingkungan melakukan protes atas proyek ini, pemerintah Turki tetap menghimbau penduduk untuk segera mengungsi sebelum 8 Oktober. 

Warga pun berupaya membawa kasus ini ke pengadilan hak asasi manusia di Eropa dengan tuduhan  perusakan warisan budaya, tetapi tidak berhasil. Sejak pertama kali direncanakan pada tahun 1950-an, bendungan ini mengundang banyak kontroversi dari berbagai pihak. Bendungan ini digadang-gadang menjadi bendungan terbesar keempat di Turki. Daya listrik yang dihasilkan mencapai 4.200 gigawatt, tetapi akan memakan biaya klistrik yang lebih mahal.

Proyek ini diprediksi akan membanjiri sekitar 199 pemukiman warga, ribuan gua buatan, dan ratusan situs bersejarah di Hasankeyf. Para aktivis menghimbau sekitar 80.000 untuk segera dipindahkan. Mereka juga memperingatkan dampak buruk dari pembangunan bendungan ini, seperti kerusakan alam, menunurunnya keanekaragaman hayati, dan spesies mahkluk hidup yang akan terancam punah.

Ridvan Ayhan (58) adalah seorang anggota aktif dalam organisasi yang bernama Initiative to Keep Hasankeyf Alive. Organisasi ini didirikan pada tahun 2006 sebagai bentuk perlawanan dari proyek bendungan Ilisu.  Setelah berjalan di sepanjang sisi pegunungan, Ayhan sampai di sebuah gereja kuno dalam gua yang ditandai dengan ukiran salib di dindingnya. “Hasankey bukan hanya cerita kami tapi juga cerita kalian. Ini adalah cerita umat manusia,” ujarnya menjelaskan, seperti dilansir The Guardian.

Tidak diketahui umur gereja kuno tersebut. Ia mengatakan hanya 10% wilayah Hasankeyf yang sudah ditinjau oleh para arkeolog. “Kami telah mengusulkan area ini menjadi museum terbuka tetapi pemerintah menolaknya,” kata Ayhan. “Jika kalian mulai menggali disini, kalian akan menemukan berbagai peninggalan kuno yang tiada habisnya.”

Tepat di bawah gereja, terdapat sebuah makam di mana tumpukan tulang manusia dapat terlihat di atas permukaan tanah. “Pemerintah tidak menghormati mereka yang sudah meninggal,” ujar Ayhan kesal. “Pemerintah benar-benar barbar.”

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X