Sabtu, 29 Februari 2020

Panda Bernama Hong dan Kong Memicu Perdebatan

- 6 September 2019, 18:56 WIB
INDUK panda bernama Meng Meng.*/REUTERS

BERLIN, (PR).- Kelahiran dua anak panda kembar di kebun binatang Berlin beberapa hari yang lalu memicu debat nasional. Khususnya terkait apakah diplomasi panda membutakan Jerman pada catatan hak asasi manusia pemerintah Tiongkok.

Ketika para pengunjung dan jurnalis mengantre di pinggiran kebun binatang untuk melihat anak-anak panda dari Meng Meng dan Jiao Qing, sebuah perdebatan terjadi lantaran kedua anak Panda tersebut dinamai Hong dan Kong. 

Pemberian nama ini dinilai akan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel sendiri saat ini sedang berada di Beijing untuk membahas masalah ekonomi dengan mitranya, Xi Jinping.

Tabloid Jerman Bild yang dikutip The Guardian telah meminta warga Berlin untuk memilih nama bagi dua bayi panda tersebut.

Hasilnya, mayoritas pembaca ingin kedua bayi hewan lucu itu diberi nama Hong dan Kong. Pemberian nama ini juga menjadi bentuk keprihatinan warga Berlin atas protes yang telah berlangsung di Hong Kong selama tiga bulan terakhir.

Simbol politik

Surat kabar Der Tagesspiegel  melaporkan bahwa para pembaca Bild menyukai nama Hong dan Kong tersebut.

“Bild memilih untuk memberikan nama anak-anak panda tersebut Hong dan Kong karena nama tersebut menjadi simbol politik brutal Tiongkok yang ada di balik bayi panda ini," tulis Bild dalam berita utama pada hari Kamis. "Bild menuntut pemerintah Jerman agar bereaksi secara politis atas kelahiran kedua beruang kecil ini."

Aktivis Hong Kong Joshua Wong juga ikut meramaikan perdebatan soal pemberian nama Hong dan Kong tersebut. Menurut Wong, untuk memberi peringatan buat Tiongkok atas sikap represif terhadap demonstran, sebaiknya kebun binatang menamai bayi kembar panda tersebut dengan sebutan Democracy dan Freedom. Setidaknya, bagi Wong, nama ini mengingatkan warga dunia bawa kebebasan dan demokrasi di Hong Kong sedang diberangus.

Sementara itu, kelompok aktivis kesejahteraan hewan, PETA menyayangkan sikap kebun binatang di Berlin yang memanfaatkan hewan untuk menyampaikan pesan politis.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X