Senin, 30 Maret 2020

Pengobatan Terbaru Ini Turunkan Risiko Kanker Payudara

- 4 September 2019, 23:51 WIB
Ilustrasi.*/CANVA

Dr. Barry juga menjelaskan bahwa, "USPSTF terus menganjurkan kepada wanita yang khawatir akan pengembangan kanker payudara mereka untuk berbicara dengan dokter mereka untuk memutuskan apa obat pencegahan yang tepat untuk mereka.”

Dr. Heidi D. Nelson dari Universitas Kesehatan dan Sains Oregon, Portland, Oregon, yang ikut menulis ulasan bukti yang mendukung rekomendasi tersebut, dia mengatakan kepada Reuters Health bahwa, "Berbagai kriteria risiko digunakan untuk mendaftarkan wanita ke dalam uji coba obat penurunan risiko kanker payudara. Kriteria ini biasanya termasuk riwayat keluarga kanker payudara dan biopsi payudara jinak sebelumnya, terutama hiperplasia atipikal. Hasil uji coba mungkin paling berlaku untuk wanita dengan risiko yang sama dengan peserta uji coba."

Lydia E. Pace dari Brigham yang juga dokter rumah sakit wanita di Boston, mengatakan kepada Reuters Health melalui surel, "Saya telah merawat beberapa pasien dengan obat penurunan risiko kanker payudara ini dan saya merasa senang dengan keputusan mereka untuk meminumnya. Saya memiliki pasien lain yang meminum obat ini tetapi berhenti meminumnya dalam waktu yang singkat. Dan saya memiliki pasien yang sangat tidak ingin minum obat baru ini karena merasa manfaatnya tidak sepadan."

“Keputusan tentang obat-obatan ini masih belum jelas, tetapi saya mencoba menyampaikan bahwa, obat ini tidak berbahaya," katanya. "Penting juga bagi wanita untuk mengingat bahwa ada cara penting lain bagi mereka untuk dapat mengurangi risiko kanker payudara, termasuk mengurangi asupan alkohol dan mempertahankan berat badan yang sehat."***

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X