Senin, 30 Maret 2020

Risiko Kanker Meningkat pada Orang-orang Bertubuh Tinggi

- 24 Agustus 2019, 12:28 WIB
ILUSTRASI penyakit kanker.*/CANVA

Pembelahan

Nunney juga menambahkan, sedikit peningkatan dalam dalam tingkat pembelahan sel sebagai akibat dari tingkat pembelahan IGF-1 yang lebih tinggi mungkin mempunyai dampak yang lebih kuat untuk sel-sel ini daripada jaringan- jaringan lainnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh melanoma bisa saja memerlukan set mutasi yang lebih besar untuk berkembang daripada jenis kanker lainnya.

Profesor Dorothy Bennett, direktur dari Molecular and Clinical Sciences Research Institute di St George, University of London menyambut penelitian itu dengan baik. Namun, ia mengatakan bahwa perhitungan Nunney melibatkan beberapa asumsi, termasuk risiko kanker yang meningkat dalam proporsi tinggi badan tertentu. 

Akan tetapi, Bennett mengatakan bahwa argumen itu meyakinkan karena penyederhanaan dalam penelitian Nunney tampak masuk akal. Oleh karena itu, kesimpulan utama dari penelitian itu akan menjadi yang paling didukung saat ini. Jumlah sel dapat memprediksi hubungan numerik antara tinggi badan dan kanker tanpa perlu menyarankan faktor tambahan. 

Selain itu, Bennett mengatakan tidak ada alasan yang jelas, mengapa melanoma harus memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tinggi badan. Georgina Hill dari Cancer Research UK mengatakan setiap individu tidap perlu khawatir dengan tinggi badan mereka. 

Sejumlah penelitian selama bertahun- tahun menunjukan bahwa orang- orang yang lebih tinggi tampaknya memiliki risiko kanker yang sedikit lebih tinggi. Akan tetapi, peningkatan risiko terbilang kecil dan  ada banyak hal yang bisa dilakuan untuk mengurangi risiko terkena kanker. Beberapa di antaranya seperti tidak merokok dan menjaga berat badan yang sehat.***

loading...
Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X